Ukraina Bisa Produksi Rudal Patriot, Disepakati dengan AS

- Ukraina dan AS sepakat memberi lisensi produksi rudal Patriot PAC-3, dengan pasokan awal segera tiba dan proses teknis disiapkan agar produksi bisa dimulai di Ukraina.
- Zelenskyy juga menjajaki kerja sama drone dan sistem anti-rudal dengan AS serta negara Eropa, termasuk rencana pertemuan lanjutan di Prancis untuk pengembangan teknologi pertahanan.
- Hubungan Zelenskyy dan Trump membaik setelah ketegangan sebelumnya, dengan Trump kini memuji kepemimpinan Ukraina dan menegaskan komitmen mendorong perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengumumkan bahwa Ukraina dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan mengenai lisensi produksi rudal Patriot PAC-3 pada Rabu (9/7/2026). Zelenskyy mengatakan bahwa pasokan utama rudal tersebut dijadwalkan tiba dalam beberapa hari mendatang.
Dilansir The Straits Times, Patriot merupakan sistem pertahanan udara buatan AS. Rudal pencegat PAC-3 menjadi salah satu sistem pertahanan Barat yang mampu mencegat rudal balistik, yang belakangan semakin sering digunakan Rusia untuk menyerang berbagai kota di Ukraina.
"Sekarang sangat penting bahwa tim teknis kami, semua perwakilan kami dari berbagai kementerian, perwakilan dari cabang eksekutif, mulai mengerjakan ini tanpa penundaan, sehingga kami dapat memperoleh lisensi dengan sangat cepat dan memulai produksi di Ukraina sesegera mungkin," ungkap Zelenskyy.
1. Produksi rudal Patriot dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan
Zelenskyy menegaskan bahwa pihaknya masih harus menyelesaikan berbagai aspek teknis sebelum produksi rudal Patriot dapat dimulai. Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Serhii Beskrestnov, mengatakan izin produksi biasanya akan disertai dengan dokumentasi proses teknis, pelatihan untuk spesialis, kontak pemasok, dan konsultan asing untuk membantu memulai produksi.
Beskrestnov mengatakan bahwa pendirian produksi rudal Patriot dalam negeri akan memakan waktu berbulan-bulan. Meski demikian, Presiden AS, Donald Trump, menyebut industri AS yang sudah membangun empat pabrik mampu melakukannya dalam dua hingga tiga bulan, mengutip Euronews.
"Presiden Trump telah berulang kali menekankan bahwa saat ini, hanya dua hingga tiga negara di dunia yang dapat memproduksi Patriot, karena negara lain belum siap secara teknologi. Ukraina diakui oleh AS sebagai negara yang siap untuk melakukan ini," kata Zelenskyy.
2. Zelenskyy bidik kesepakatan drone dan sistem anti-rudal
Zelenskyy mengatakan bahwa pembicaraan dengan Trump mengenai kesepakatan drone, yang juga mencakup produksi drone bersama, saat ini masih berlangsung. Hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani dengan Washington terkait proyek tersebut.
Meski demikian, sejumlah dokumen telah disepakati agar AS dapat menerima berbagai jenis teknologi buatan Ukraina untuk kepentingan pengujian. Teknologi yang akan diterima mencakup drone udara dan laut, serta berbagai teknologi pertahanan lainnya yang dikembangkan oleh Kiev.
Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Ukraina akan melanjutkan pembahasan dengan negara-negara Eropa terkait pengembangan sistem anti-rudal. Menurutnya, kedua pihak berencana menggelar pertemuan lanjutan di Prancis dalam waktu dekat.
3. Hubungan Zelenskyy dan Trump membaik setelah sempat memanas
Hubungan antara Zelenskyy dan Trump terus membaik setelah sempat memanas usai pertemuan di Gedung Putih pada 2025 yang berujung adu mulut. Zelenskyy menyebut Trump kini memiliki pandangan yang lebih positif terhadap Ukraina.
"Kami tentu saja membahas banyak hal berbeda, kami perlu menindaklanjuti, mempersiapkan diplomasi, dan ada beberapa hal lain, tetapi semua ini adalah arah yang benar. Selama pertemuan, dia (Trump) sangat konstruktif," ungkap Zelenskyy.
Di KTT NATO, Trump juga memuji Zelenskyy dengan menyebutnya telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap Trump dibandingkan dengan kritik yang sebelumnya beberapa kali dilontarkannya kepada Zelenskyy, dilaporkan Al Jazeera.
Trump menegaskan dirinya tetap berkomitmen untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Trump menilai baik Moskow maupun Kiev sama-sama ingin mengakhiri perang yang dimulai sejak 2022. Sebelum KTT NATO berlangsung, pemimpin AS itu juga telah berbicara baik dengan Zelenskyy maupun Presiden Rusia, Vladimir Putin.





















