Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ukraina Sebut Rudal Rusia Nyasar ke Wilayah Polandia

Ukraina Sebut Rudal Rusia Nyasar ke Wilayah Polandia
ilustrasi rudal jelajah (pexels.com/Rags Fehrenbach)
Intinya Sih
  • Ukraina menyatakan rudal jelajah Kh-101 Rusia melintasi perbatasan Polandia saat serangan besar ke Ukraina, yang disebut melanggar wilayah udara NATO.
  • Polandia mendeteksi objek tak dikenal sebelum hilang dari radar, lalu menemukan kawah selebar sekitar 10 meter dan serpihan di ladang Tarnawa Kolonia.
  • Pemerintah Polandia menyelidiki asal objek tersebut, sementara Rusia meningkatkan serangan ke Kyiv, Lviv, dan Kryvyi Rih yang menewaskan 13 orang serta melukai 8 lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ukraina menyebut rudal jelajah milik Rusia menyasar wilayah Polandia pada Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat. Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, pada Kamis (30/7/2026). Menurut Sybiha, rudal tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan serangan pasukan Rusia ke Ukraina selama beberapa hari terakhir. 

"Semalam, sebuah rudal jelajah Kh-101 milik pasukan militer Rusia melintasi perbatasan ke Polandia sebagai bagian dari serangan besar-besaran Rusia terhadap Ukraina. Ini melanggar wilayah udara NATO," tulis Sybiha dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dilansir The Strait Times.  

1. Polandia menemukan serpihan rudal Rusia di wilayahnya

Rudal untuk berperang.
potret rudal (unsplash.com/Gabor Szuts)

Tuduhan dari Ukraina ini lantas diperkuat oleh pernyataan otoritas Polandia. Polandia mengatakan telah menemukan sejumlah lubang dan serpihan yang diduga berasal dari hantaman rudal. Mereka juga melaporkan terdengar sebuah ledakan di ladang milik warga saat rudal tersebut menghantam tanah. Namun, mereka tidak menyebut rudal itu berasal dari Rusia. 

"Sebuah objek tidak dikenal yang bergerak ke arah barat terdeteksi di wilayah udara Polandia," kata Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia dalam unggahan di X. Mereka menambahkan bahwa objek tersebut menghilang dari radar segera setelah terlihat pada pukul 03.40 waktu setempat. 

2. Lubang yang dihasilkan dari hantaman rudal punya lebar 10 meter

Lubang yang berukuran cukup besar.
potret lubang (pexels.com/Maciej Cisowski)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Polandia mengatakan, pihaknya sudah mengirim helikopter Mi-24 ke lokasi yang dihantam rudal. Lokasi tersebut berada di sebuah area perkebunan warga di Desa Tarnawa Kolonia di Provinsi Lublin. Menurut Kemendagri Polandia, hantaman rudal di desa tersebut menimbulkan lubang dengan lebar sekitar 10 meter.

"Petugas menemukan kawah dan puing-puing yang berserakan dari benda tidak dikenal di sebuah ladang yang terletak sekitar 2 km (1,2 mil) dari bangunan terdekat di antara desa-desa," bunyi pernyataan resmi kepolisian Polandia di X

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, mengatakan, pihaknya kini tengah menginvestigasi dari mana rudal yang menghantam desa Tarnawa-Kolonia tersebut berasal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah rudal tersebut benar berasal dari Rusia atau bukan.

3. Rusia meningkatkan serangan ke Ukraina dalam beberapa hari terakhir

Serangan Rusia di Kota Kyiv.
potret salah satu serangan Rusia di Kota Kyiv, Ukraina (unsplash.com/Dmytro Tolokonov)

Dalam beberapa hari terakhir, Rusia memang sedang gencar meningkatkan serangan ke Ukraina. Serangan tersebut kerap dilakukan dari Rusia menuju Ukraina lewat wilayah perbatasan Polandia. Serangan terakhir Rusia ke Ukraina terjadi pada Kamis (30/7/2026). Kala itu, pasukan militer Rusia menyerang setidaknya tiga kota besar yang ada di Ukraina, yakni Kyiv, Lviv, dan Kryvyi Rih hingga menewaskan 13 orang dan melukai 8 lainnya. 

“Di sebuah desa di pinggiran Kryvyi Rih, serangan langsung oleh rudal balistik Iskander-M, yang diluncurkan dari Voronezh, menghantam sebuah rumah pribadi tempat tinggal sebuah keluarga besar dan menewaskan 2 gadis berusia 5 dan 12 tahun serta 4 orang dewasa,” jelas Kepala Dewan Pertahanan Kota Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, dilansir The Guardian

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More