Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemukim Israel Serang Desa di Tepi Barat, Bakar Masjid Setempat
potrer masjid (unsplash.com/Hari Nandakumar)
  • Pemukim Israel menyerang Desa Burqa di Tepi Barat dan membakar sebuah masjid, menyebabkan kerusakan tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Dua mobil warga hangus terbakar dalam serangan itu, sementara Kemlu Palestina mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.
  • Meskipun Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata sejak 2025, serangan masih terus terjadi dan menewaskan lebih dari 73.000 orang di Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemukim Israel dilaporkan menyerang wilayah Tepi Barat, Palestina, pada Minggu (14/6/2026) malam waktu setempat. Menurut laporan media Palestina, Wafa News Agency, yang dikutip Times of Israel, serangan itu dilakukan di sebuah desa bernama Burqa.

Dalam serangan tersebut, para pemukim Israel membakar sebuah masjid. Namun, tidak disebut nama dari masjid tersebut. Setelah itu, mereka langsung lari meninggalkan masjid tersebut dalam keadaan terbakar. Asap pekat langsung berkobar ke udara.  

1. Pemukim Israel awalnya membakar mobil yang terparkir di sekitar masjid

potret mobil yang hangus terbakar (pexels.com/David Henry)

Menurut Kepala Desa Burqa yang tidak disebut namanya, para pemukim Israel awalnya membakar mobil-mobil yang terparkir di sekitar masjid. Tidak lama kemudian, mereka menuju ke pintu utama masjid dan menyalakan api di sana. Saat api berkobar, ada beberapa warga Palestina yang dikabarkan sedang beribadah di dalam masjid. 

Beruntungnya, para warga yang sedang beribadah di dalam masjid dengan cepat memadamkan api yang dinyalakan pemukim Israel. Kendati begitu, dalam sebuah video yang beredar di internet, api tersebut dikabarkan sudah membuat beberapa bagian masjid rusak. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

2. Mobil yang dibakar pemukim Israel rusak parah

potret mobil yang hangus terbakar (pexels.com/OH)

Dalam video yang sama, terlihat juga dua mobil yang rusak parah setelah dibakar pemukim Israel. Semua bagian mobil tersebut hangus tidak tersisa. Sementara itu, mobil-mobil lain yang ada di sekitarnya juga rusak karena dipukuli oleh para pemberontak. 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina mengecam serangan Israel yang menyasar masjid di Desa Burqa. Oleh karena itu, mereka mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara di dunia untuk meminta Israel menyerang wilayahnya. Sebab, itu merupakan tindakan yang telah melanggar aturan gencatan senjata.

3. Israel sudah menyetujui gencatan senjata dengan Hamas

ilustrasi gencatan senjata Israel di Gaza (unsplash.com/Brett Wharton)

Israel sendiri sudah menyepakati gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober 2025. Gencatan senjata fase kedua juga sudah mulai berlaku pada Januari 2026. Kesepakatan ini mewajibkan Israel dan Hamas menahan aksi saling serang di Gaza.

Namun, pada praktiknya, negara Yahudi itu justru masih melakukan serangan meski sudah ada gencatan senjata. Dalam kesempatan lain, Hamas juga kerap membalas serangan Israel.

Sejauh ini, serangan Israel di Palestina sudah menewaskan lebih dari 73 ribu jiwa. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah tersebut akan bertambah jika Israel terus melakukan serangan.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article