Penembakan di Israel, Satu Orang Tewas dan Lima Terluka

- Satu orang tewas dan lima luka-luka akibat penembakan di beberapa lokasi dekat Qalqilya, Tepi Barat; pelaku ditembak mati oleh polisi setelah aksi kejar-kejaran.
- Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai warga Palestina berkewarganegaraan Israel dari Tayibe; aparat masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dan memperketat pengamanan di wilayah sekitar.
- Pemerintah Israel menilai insiden ini sebagai dugaan serangan teror, sementara Hamas memuji aksi tersebut sebagai respons terhadap agresi Israel di Gaza dan Tepi Barat tanpa mengklaim tanggung jawab langsung.
Jakarta, IDN Times - Satu orang tewas dan lima lainnya terluka dalam serangkaian penembakan di Israel pada Minggu (7/6/2026). Seorang terduga pelaku tewas ditembak oleh polisi saat aksi kejar-kejaran.
Dilansir Al Jazeera, polisi Israel mengatakan pasukannya dikerahkan setelah menerima laporan mengenai penembakan terhadap para pengguna jalan di sebuah pom bensin di Kochav Yair, dekat kota Qalqilya di Tepi Barat yang diduduki. Media lokal melaporkan bahwa tersangka memulai aksinya di Kochav Yair sebelum melanjutkan penembakan ke area pintu masuk kota-kota terdekat, yaitu Tzur Yitzhak dan Tzur Natan.
Layanan penyelamatan Israel, Magen David Adom (MDA), mengatakan seorang pria berusia 35 tahun tewas akibat luka tembak di lokasi pertama. Sementara itu, lima korban luka yang ditembak di lokasi lainnya dilarikan ke rumah sakit. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
1. Terduga pelaku merupakan warga Palestina berkewarganegaraan Israel

Menurut polisi, terduga pelaku merupakan warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel dan berasal dari kota Tayibe, yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Senjata yang digunakan dalam serangan tersebut juga telah ditemukan. Aparat kepolisian, pasukan penjaga perbatasan dan unit khusus kini tengah melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
“Masyarakat diminta untuk waspada, mematuhi instruksi polisi dan melaporkan setiap kejadian atau orang yang mencurigakan kepada polisi,” demikian pernyataan polisi.
Sementara itu, seorang pejabat mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa badan keamanan dalam negeri Israel dan kepolisian telah melancarkan penggerebekan di Tayibe. Pengamanan ketat juga diterapkan di sejumlah desa Arab di sekitarnya.
2. Smotrich ancam eksekusi pelaku yang terlibat

Dilansir CNA, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa dirinya telah melakukan penilaian situasi dan terus memantau insiden penembakan tersebut, yang sedang diselidiki sebagai dugaan serangan teror.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengancam akan mengeksekusi pelaku jika ia ditangkap hidup-hidup. Pernyataan itu merujuk pada undang-undang baru Israel yang menetapkan hukuman mati bagi warga Palestina yang dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme terkait serangan mematikan terhadap warga Israel.
"Darah orang Yahudi tidak murah. Siapa pun yang membunuh seorang Yahudi akan menghadapi tali gantungan," tulis Ben-Gvir di akun media sosial X.
3. Hamas puji serangan tersebut

Usai penembakan tersebut, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyerukan perubahan mendasar di kalangan warga Arab Israel dan tindakan tegas terhadap kepemilikan senjata ilegal di komunitas tersebut.
“Persamaannya sederhana: siapa pun yang menerima kedaulatan negara akan hidup damai di sini. Siapa pun yang memilih jalan teror akan menanggung akibat dari perbuatannya sendiri,” kata politikus sayap kanan tersebut, dikutip CNN.
Sementara itu, kelompok Palestina, Hamas, memuji serangan tersebut dan menyatakan bahwa aksi itu merupakan respons terhadap agresi Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza serta serangan rutin di Tepi Barat dan Yerusalem. Namun, Hamas tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

















