Penembakan Massal di Afsel Tewaskan 11 Orang, Termasuk Perempuan Hamil

- Tiga pria bersenjata menyerbu pesta di rumah KwaMakhutha, Afrika Selatan, dan menembaki 14 orang; 11 tewas, termasuk perempuan hamil, sementara tiga lainnya terluka.
- Polisi belum memastikan motif penembakan, meski kemungkinan perselisihan antarkelompok diselidiki; tiga tersangka masih diburu melalui operasi khusus selama 72 jam.
- Insiden ini terjadi di tengah tingginya peredaran senjata ilegal dan kekerasan bersenjata di Afrika Selatan, dengan 5.427 pembunuhan tercatat pada April–Juni 2026.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 11 orang tewas dalam penembakan massal di sebuah rumah di KwaMakhutha, Afrika Selatan, pada Selasa (22/9/2026) larut malam. Tiga pria bersenjata menerobos masuk dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang yang sedang berpesta di dalam rumah tersebut.
Sepuluh korban tewas di lokasi, sementara satu korban lainnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Tiga orang sisanya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
1. Tiga pria bersenjata serbu rumah saat pesta berlangsung

ilustrasi pintu rumah terbuka (pexels.com/Roman Ska) Berdasarkan keterangan polisi, 13 pria dan seorang perempuan yang diyakini sedang hamil, sedang berpesta di dalam rumah ketika tiga pria bersenjata datang dan melepaskan tembakan. Perempuan tersebut termasuk 10 korban yang tewas di lokasi, sedangkan korban ke-11 meninggal di rumah sakit.
Nomusa Zulu, warga setempat, mengatakan bahwa dua pria yang tewas merupakan anaknya. Ia memperoleh informasi bahwa para korban awalnya berkumpul di halaman rumah sebelum masuk untuk melanjutkan pesta ketika malam tiba dan cuaca mulai dingin.
"Mereka mendengar ketukan di pintu. Saat pintu dibuka, terdengar suara tembakan," tutur Zulu.
2. Polisi masih menyelidiki motif dan memburu para pelaku

ilustrasi garis polisi (pexels.com/Siobhan Howerton) Dilansir BBC, polisi belum dapat memastikan motif penembakan. Sebagian korban dikenali polisi dalam penyelidikan terkait aktivitas ilegal, tetapi polisi tidak dapat mengungkapkan detailnya demi melindungi penyelidikan yang sedang berlangsung.
Polisi mengatakan bahwa perselisihan antara kelompok yang saling bersaing tidak dapat dikesampingkan sebagai kemungkinan motif. Polisi juga masih memburu tiga tersangka dan menjalankan operasi khusus selama 72 jam untuk melacak keberadaan mereka.
3. Penembakan terjadi di tengah masalah tingginya peredaran senjata api ilegal

ilustrasi penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman) Thami Ntuli, Perdana Menteri Provinsi KwaZulu-Natal, menyebut penembakan tersebut sangat mengkhawatirkan dan meminta warga memberikan informasi yang dapat membantu menemukan para pelaku. Ia mengatakan terdapat persoalan perdagangan narkoba dan senjata api ilegal di lingkungan yang sebagian besar miskin tersebut. Ntuli juga mengonfirmasi bahwa wanita yang ikut terbunuh sedang hamil.
Penembakan itu merupakan salah satu dari serangkaian penembakan massal yang terjadi di Afrika Selatan baru-baru ini. Pada Juni, sejumlah penembak menewaskan 12 orang di kawasan permukiman miskin di Kota Johannesburg, Provinsi Gauteng, yang kemudian dikaitkan polisi dengan geng kriminal.
Data kepolisian mencatat 5.427 pembunuhan pada periode April hingga Juni 2026, dengan rerata nyaris 60 kasus per hari. Penembakan ialah bentuk pembunuhan paling umum di Afrika Selatan. Sudah sejak lama pihak kepolisian dan pakar kriminalitas menyebut tingginya peredaran senjata api ilegal sebagai salah satu persoalan utamanya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















