Jakarta, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Israel menolak tuduhan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkait dugaan kecurangan pemilu oleh partai-partai Arab. Pihaknya menyatakan telah melakukan audit terhadap 9.069 tempat pemungutan suara (TPS) dan meyakini bahwa hasil pemilu mencerminkan kehendak para pemilih secara akurat.
Dilansir The Straits Times, Netanyahu dan para pendukungnya berulang kali menuding partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab telah mencuri suara, yang mungkin melibatkan bantuan pihak asing. Tuduhan tersebut dilontarkan usai blok Netanyahu kehilangan mayoritas kursi di parlemen, sementara partai-partai Arab meraih perolehan suara yang signifikan.
Presiden Israel, Isaac Herzog, dijadwalkan akan menerima hasil resmi pemilu pada Rabu (4/11/2026). Setelah itu, Herzog akan menentukan apakah Netanyahu atau rivalnya, Gadi Eisenkot, yang mendapat kesempatan pertama untuk membentuk pemerintahan. Keduanya belum memiliki jumlah suara yang cukup untuk membentuk pemerintahan sendiri.