Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hasil Pemilu Israel Tetap Sah meski Klaim Intervensi Asing Terbukti

3 min read
Hasil Pemilu Israel Tetap Sah meski Klaim Intervensi Asing Terbukti
ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/Stanislav Vdovin)
  • Ketua KPU Israel Noam Sohlberg menegaskan hasil pemilu tetap sah sambil menyelidiki serius dugaan intervensi asing dan penyimpangan, serta menjamin suara warga dihormati.
  • Likud pimpinan Benjamin Netanyahu mempertanyakan hasil setelah partai-partai Arab meraih suara signifikan, dengan klaim tanpa bukti soal pencurian suara dan pendanaan Qatar.
  • Kebuntuan perolehan kursi membuka opsi koalisi oposisi Gadi Eisenkot dengan partai Arab: gabungannya berpotensi mencapai 67 kursi, melampaui ambang 61 kursi parlemen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Israel, Noam Sohlberg, mengatakan bahwa hasil pemilihan umum negara tersebut akan tetap sah meskipun klaim mengenai intervensi asing terbukti benar. Pada Minggu (1/11/2026), Sohlberg menegaskan bahwa peninjauan terhadap sejumlah tuduhan akan terus dilakukan dengan keseriusan penuh.

Sebelumnya, partai Likud pimpinan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mempertanyakan hasil pemilihan usai partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab meraih perolehan suara signifikan. Pihaknya melontarkan klaim tanpa bukti bahwa kelompok tersebut telah mencuri suara dan menerima pendanaan dari Qatar untuk melakukan tindakan tersebut.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, kepolisian Israel telah membebaskan dua dari tiga aktivis politik yang ditangkap sebelum pemungutan suara pada Selasa lalu dimulai. Menurut pihak kepolisian, para aktivis tersebut kedapatan membawa amplop berisi uang tunai yang diduga akan digunakan untuk menyuap para pemilih.

Polisi menyatakan bahwa para tersangka memiliki keterkaitan dengan partai Ra’am yang dipimpin oleh kelompok Arab, yang berhasil memenangkan delapan kursi. Pemimpin partai tersebut, Mansour Abbas, mengecam penangkapan tersebut sebagai tindakan yang tidak demokratis dan merupakan upaya untuk memengaruhi hasil pemilihan umum.

  1. 1. Netanyahu dituduh lancarkan kampanye delegitimasi hasil pemilu

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Hudson Institute, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Hudson Institute, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Pada Minggu, pemimpin oposisi utama Gadi Eisenkot menuduh Netanyahu melancarkan kampanye yang teratur dan terkoordinasi untuk mendelegitimasi hasil pemilihan. Hasil tersebut dijadwalkan akan disahkan secara resmi pada pekan ini, sebelum Presiden Israel, Isaac Herzog, menunjuk seorang kandidat untuk membentuk pemerintahan baru.

    Para oposisi Netanyahu telah menuduhnya menggunakan taktik untuk menakut-nakuti serta berupaya membangun narasi yang semakin mendiskriminasi partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab. Tiga partai yang dipimpin oleh tokoh Arab di Israel berhasil meraih 19 kursi, yang merupakan pencapaian rekor terbaru.

  2. 2. Eisenkot pertimbangkan untuk bentuk koalisi dengan partai-partai Arab

    ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)
    ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

    Sebelumnya, Eisenkot telah menolak kemungkinan untuk membentuk koalisi dengan partai-partai Arab. Namun, kebuntuan dalam pemilihan umum telah membuat kerja sama dengan partai-partai tersebut menjadi opsi yang dapat membantunya membentuk pemerintahan. Keduanya akan menghasilkan koalisi yang cukup kuat, dengan 67 kursi di parlemen.

    Dilansir The Straits Times, blok Netanyahu berhasil meraih 53 kursi parlemen dalam pemilihan umum, sementara blok oposisi yang dipimpin oleh Eisenkot memperoleh 48 kursi. Keduanya masih jauh dari ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

    Netanyahu mengatakan bahwa langkah Eisenkot untuk bergabung dengan partai-partai Arab dapat dianggap sebagai tindakan pengkhianatan. Sebagian warga Israel sependapat dengan pandangan tersebut. Puluhan orang dilaporkan menggelar aksi protes di depan kediaman Eisenkot pada Minggu.

  3. 3. Sohlberg jamin bahwa suara warga Israel akan dihormati

    bendera Israel (unsplash.com/Chris Hearn)
    bendera Israel (unsplash.com/Chris Hearn)

    Bersama dengan kepala Badan Keamanan Internal dan Jaksa Agung Israel, Sohlberg meyakinkan warga bahwa suara yang mereka berikan akan dihormati. Dia menambahkan bahwa pemilihan umum telah dilaksanakan dengan semestinya. Pihaknya akan menyelidiki secara menyeluruh dan mengusut tuntas tuduhan yang ada guna mengungkap kebenaran.

    Pada Minggu, partai Likud menyatakan keraguan melihat Sohlberg dapat mengakui betapa seriusnya tuduhan-tuduhan tersebut, tetapi di saat yang sama bersikeras bahwa tuduhan tersebut tidak memengaruhi hasil pemungutan suara. Pihaknya mengatakan bahwa selama penyelidikan belum rampung, hasil pemilihan umum di Israel masih diselimuti oleh keraguan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More