Hadramaut, Yaman (Moataz Kaity, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Gelombang pengungsian massal ini dipicu oleh serangan kilat milisi Houthi yang berhasil merebut kota pelabuhan utama Mokha dan sejumlah pulau penting. Penguasaan wilayah pesisir tersebut memperkuat kendali milisi atas jalur pelayaran Selat Bab al-Mandab yang vital bagi perdagangan internasional.
"Perang yang kembali berkobar ini semestinya menjadi peringatan serius bagi kita semua. Hal ini secara efektif menandai berakhirnya masa relatif tenang yang telah dialami Yaman selama lebih dari empat tahun sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB," tutur Hans Grundberg, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, dilansir The Guardian.
Pasukan pemerintah Yaman yang didukung aliansi Arab Saudi melancarkan serangan udara balasan ke basis-basis milisi di sekitar Mokha. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan persenjataan musuh dan menewaskan puluhan militan di garis depan.
Pihak militer pemerintah menegaskan bahwa pasukan mereka tengah mengatur barisan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Houthi. Di sisi lain, milisi Houthi terus meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas sipil serta pangkalan militer di wilayah selatan Arab Saudi.