Wabah Parasit Terbesar AS Berakhir, Hampir 20 Ribu Kasus Tercatat

- CDC mengakhiri wabah siklosporiasis terbesar di AS setelah mengaitkannya dengan selada iceberg olahan Taylor Farms dari Meksiko tengah; seluruh produk berisiko telah ditarik dan kedaluwarsa.
- Wabah mencatat 19.595 infeksi di 49 negara bagian dan Washington, 570 rawat inap, serta dua kematian. Michigan melaporkan lebih dari 14 ribu kasus dan seluruh korban jiwa.
- Taco Bell menghentikan penggunaan selada terkait, sementara FDA melanjutkan pemeriksaan fasilitas di Meksiko dan meminta penguatan sanitasi, pengawasan pekerja, serta pengelolaan air pertanian.
Jakarta, IDN Times – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan wabah siklosporiasis terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS) telah resmi berakhir. Penelusuran otoritas kesehatan mengarah pada selada iceberg olahan Taylor Farms asal Meksiko tengah sebagai pemicu utama. Pihaknya memastikan seluruh produk yang berisiko telah ditarik dari peredaran dan batas tanggal konsumsinya pun sudah terlewati.
CDC memastikan bahwa sumber penularan tersebut kini sudah aman dari risiko penyebaran infeksi.
“Saat ini, tidak ada risiko orang tertular cyclosporiasis dari sumber ini. Tanggal terbaik untuk semua produk yang terkait dengan wabah ini telah berlalu dan produk tersebut tidak lagi tersedia di toko atau restoran,” kata CDC pada Jumat (11/9/2026), dikutip ABC News.
1. Wabah mencatat ribuan kasus di puluhan negara bagian

ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay) Dari total 19.595 kasus infeksi di 49 negara bagian dan Washington, sebanyak 12.883 kasus terkonfirmasi laboratorium di 21 negara bagian terhubung langsung dengan selada tersebut. Kluster ini mengakibatkan 570 pasien menjalani perawatan di rumah sakit serta dua orang meninggal dunia, dengan Michigan mencatat kasus terbanyak yakni lebih dari 14 ribu infeksi dan dua korban jiwa.
Dua pasien yang meninggal dunia di Michigan tersebut diketahui memiliki penyakit penyerta yang signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, usia median penderita mencapai 46 tahun, dengan proporsi pasien perempuan sebesar 56 persen dan laki-laki 44 persen.
2. Taco Bell menghentikan penggunaan selada Taylor Farms

ilustrasi selada (pexels.com/Matheus Bertelli) Penelusuran awal mengaitkan sejumlah kasus pada pertengahan Juli dengan pasokan selada parut yang digunakan di beberapa gerai Taco Bell. Perusahaan Makanan cepat saji itu lantas menghentikan pemakaian produk Taylor Farms de Mexico, disusul penarikan seluruh distribusi selada iceberg asal Meksiko tengah di lebih dari 24 negara bagian.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) menyatakan pemeriksaan serta analisis sampel dari fasilitas pengolahan di Meksiko masih terus berlangsung. Lewat surat terbuka kepada pelaku industri, FDA meminta peningkatan standar sanitasi, pengawasan kesehatan pekerja, hingga pengelolaan air pertanian berbasis sains.
“Pesan kami sederhana: meskipun ada praktik yang diketahui dapat mengurangi risiko Cyclospora, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami meminta Anda untuk membangun investasi industri dalam upaya pencegahan dan mitigasi serta memastikan praktik terbaik ini diterapkan secara ketat dan konsisten di seluruh rantai pasokan ini,” tulis FDA, dikutip The Guardian.
3. Masyarakat mengurangi risiko penularan siklosporiasis

ilustrasi sakit perut (pexels.com/cottonbro studio) Siklosporiasis merupakan infeksi parasit yang umumnya memicu gangguan pada saluran pencernaan sekitar satu minggu setelah terpapar. Gejala yang biasa muncul meliputi diare berair, kram perut, kembung, penurunan nafsu makan dan berat badan, hingga muntah serta demam ringan.
Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan dan membilas buah maupun sayuran segar menggunakan air mengalir guna mencegah penularan. Bagian bahan makanan yang rusak sebaiknya dibuang, lalu olah makanan hingga suhu internal mencapai minimal 70 derajat Celsius karena proses pencucian saja tidak cukup untuk memusnahkan parasit.



















