Jakarta, IDN Times - Serangkaian pembunuhan perempuan di Johannesburg telah memicu ketakutan di kalangan warga Afrika Selatan. Para pelari perempuan kini mulai membawa pisau dan semprotan merica untuk melindungi diri dari aksi kejahatan.
Nancy Masha termasuk di antara mereka yang mengambil langkah pencegahan ekstra tersebut setelah sembilan jenazah perempuan, termasuk seorang pelari, ditemukan di kawasan East Rand, Johannesburg, dalam 2 bulan terakhir. Beberapa korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dan terluka.
"Pelari kami tewas dibunuh secara kejam. Saya butuh cara untuk melindungi diri karena saya seorang perempuan dan juga pelari," ujar Masha, seorang pelari berusia 39 tahun, dikutip France24.
