Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PM Italia Dukung Polisi dan Kecam Demonstrasi yang Berujung Kericuhan
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. (governo.it, CC BY 3.0 IT, via Wikimedia Commons)
  • PM Italia Giorgia Meloni mendukung kepolisian dan mengecam kelompok yang disebut mengeksploitasi demonstrasi untuk memicu kekerasan serta kekacauan di sejumlah kota.
  • Belasan ribu siswa SMA berdemonstrasi menuntut perbaikan sekolah dan pendidikan, tetapi bentrokan dengan polisi terjadi, termasuk di sekitar Piazza del Duomo, Milan.
  • Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi membahas situasi Milan dengan Kepala Polisi Bruno Megale setelah lebih dari 200 pemuda ditangkap terkait vandalisme dan penjarahan; sekitar 80 persen merupakan anak di bawah umur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, pada Minggu (18/10/2026), mengucapkan dukungan kepada aparat kepolisian. Pemimpin sayap kanan itu juga mengecam kerusuhan dalam demonstrasi di beberapa kota di Italia. 

“Sekali lagi, aparat penegak hukum perempuan dan laki-laki harus menerima kriminal dan kekerasan dari seseorang, bahkan sejumlah kelompok terorganisir dan mengeksploitasi demonstrasi untuk menebarkan kerusuhan dan kekacauan,” tuturnya, dikutip dari Fox News.

Pada akhir pekan lalu, belasan ribu siswa SMA sudah mengadakan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota di Italia. Mereka mendesak pemerintah memperbaiki sekolah dan pendidikan di Italia. 

1. Meloni sebut polisi ditugaskan lindungi warga sipil

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. (Elekes Andor, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Meloni menekankan bahwa keberadaan petugas keamanan penting untuk menjaga keamanan warga. Menurut pemimpin sayap kanan itu, warga punya hak untuk hidup di kota tanpa dihantui rasa ketakutan. 

“Petugas keamanan dikerahkan untuk mengamankan warga, pekerja, dan pebisnis, dan semua orang yang punya hak untuk hidup di kota tanpa ketakutan dan tanpa melihat barang mereka terbuang atau dibakar oleh geng,” tegasnya. 

Pernyataan ini menanggapi insiden bentrokan antara demonstran dan polisi di beberapa kota. Salah satu bentrokan terbesar terjadi di luar Gereja Katedral Milan atau dikenal dengan Piazza del Duomo. 

2. Piantedosi temui polisi untuk lihat situasi terkini di Milan

Mobil Polisi Italia. (unsplash.com/chiara_01)

Pada hari yang sama, Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Piantedosi sudah menemui Kepala Polisi Milan, Bruno Megale. Pertemuan ini untuk membicarakan situasi terkini setelah kerusuhan yang terjadi di Milan. 

Dilansir Ansa, keduanya menyebut bahwa kerusuhan yang terjadi di Milan didorong oleh sekelompok berandalan, yang aman didominasi oleh anak di bawah umur. Piantedosi juga mengucapkan terima kasih atas profesionalitas dari polisi yang mengamankan kota. 

3. Lebih dari 200 orang ditangkap, mayoritas anak di bawah umur

ilustrasi bendera Italia (unsplash.com/aitac)

Aparat keamanan Italia menangkap lebih dari 200 pemuda, yang mana sekitar 80 persen di antaranya anak di bawah umur. Ratusan pemuda itu dituding menyebabkan kekacauan, vandalisme, dan menjarah toko di pusat kota Milan. 

Dilansir Democrata, kekacauan diketahui muncul imbas dari pergerakan kelompok orang yang menggunakan jaket hoodie. Mereka sudah bergerak di antara Lapangan San Babila dan Jalan Torino di Lapangan Duomo, serta Corso Vittorio Emanuele. 

Sekelompok pemuda tersebut diketahui sudah memecahkan kaca sejumlah toko pakaian dengan batu, termasuk La Rinascente. Berbagai restoran cepat saji di area ikonik tersebut juga sudah dirusak oleh sekelompok orang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article