Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pesawat dari Israel Mendarat Darurat di Bulgaria karena Ancaman Bom

3 min read
Pesawat dari Israel Mendarat Darurat di Bulgaria karena Ancaman Bom
ilustrasi pesawat. (unsplash.com/Artturi Jalli)
  • Austrian Airlines OS82 dari Tel Aviv menuju Wina mendarat darurat di Sofia, Bulgaria, setelah menerima ancaman bom saat melintasi perbatasan Rumania-Bulgaria.
  • Pesawat Airbus A320 yang membawa 51 penumpang dan enam awak dikawal jet MiG-29 Bulgaria, lalu mendarat selamat; seluruh penumpang serta kru dievakuasi tanpa cedera.
  • Pemeriksaan awal di area terisolasi tidak menemukan bahan peledak. Bulgaria membentuk tim investigasi, sementara penumpang dijadwalkan ke penerbangan alternatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pesawat maskapai Austrian Airlines dengan nomor penerbangan OS82 mendarat darurat di Sofia, Bulgaria, pada Minggu (18/10/2026). Pendaratan darurat ini dilakukan menyusul laporan ancaman bom saat pesawat jenis Airbus A320 tersebut terbang dari Tel Aviv menuju Wina.

Pesawat ini mengangkut 51 penumpang dan enam awak kabin ketika insiden terjadi di dekat perbatasan Rumania. Para penumpang menyebut ancaman keamanan itu dipicu oleh laporan anonim serta penemuan benda mencurigakan di dek pesawat. Penerbangan tersebut juga membawa delegasi pemuda yang dijadwalkan berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

  1. 1. Kronologi pengalihan rute pesawat

    ilustrasi bandara
    ilustrasi bandara (unsplash.com/Ivan Shimko)

    Penerbangan OS82 lepas landas dari Bandara Ben Gurion di Tel Aviv pada pukul 18.46 waktu setempat. Data pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat memasuki wilayah udara Rumania sekitar pukul 21.10 waktu setempat.

    Tak lama berselang, kapten pesawat menerima peringatan ancaman bom di perbatasan Rumania dan Bulgaria. Pilot kemudian memancarkan kode transponder darurat umum Squawk 7700 dan memutar balik pesawat ke arah selatan menuju Bulgaria.

    "Selama penerbangan di perbatasan Rumania, awak kabin melaporkan sinyal ancaman bom dan memutuskan mendarat darurat di Sofia. Sesuai prosedur, jet tempur Angkatan Udara lepas landas untuk mengawal pesawat hingga mendarat di bandara Sofia," kata Kementerian Transportasi dan Komunikasi Bulgaria, dilansir Sky News.

    Kementerian Pertahanan Bulgaria mengonfirmasi pengerahan satu unit jet tempur MiG-29 untuk mengawal penerbangan tersebut. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Vasil Levski Sofia pada pukul 21.43 waktu setempat atau sekitar tiga jam setelah keberangkatan.

  2. 2. Tidak ditemukan bom di dalam pesawat

    ilustrasi bandara
    ilustrasi bandara. (unsplash.com/starocker)

    Tim tanggap darurat dan personel keamanan langsung bersiaga begitu pesawat menyentuh landasan pacu Bandara Sofia. Seluruh penumpang dan awak kabin segera dievakuasi keluar dari pesawat di bawah pengawasan otoritas keamanan setempat.

    Juru bicara bandara memastikan seluruh penumpang dan kru berada dalam kondisi selamat tanpa cedera. Petugas kemudian memindahkan pesawat ke area terisolasi agar tim penjinak bom dapat menyisir seluruh bagian kabin sesuai prosedur keamanan.

    "Setelah pemeriksaan keamanan pesawat selesai, para penumpang akan segera dijadwalkan ulang ke penerbangan alternatif secepat mungkin," ujar pihak maskapai Austrian Airlines, dilansir Al Jazeera.

    Hingga tahap pemeriksaan awal selesai, petugas tidak menemukan adanya bahan peledak di dalam pesawat tersebut. Meski demikian, pemerintah Bulgaria tetap membentuk tim kerja agar institusi terkait dapat menyelidiki insiden ini lebih lanjut.

  3. 3. Rentetan ancaman keamanan pada penerbangan tujuan Israel

    ilustrasi bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel. (unsplash.com/Taylor Brandon)

    Angkatan Udara Israel menegaskan insiden ini tidak terjadi di dalam atau di dekat wilayah udara mereka. Oleh karena itu, militer Israel menyatakan tidak terlibat dan tidak perlu mengambil tindakan atas peristiwa tersebut.

    Sepekan sebelumnya, dua penerbangan maskapai Delta Airlines dari New York menuju Israel juga menerima laporan ancaman bom anonim. Namun, hasil pemeriksaan otoritas berwenang membuktikan kedua laporan ancaman di pesawat tersebut palsu.

    Rentetan gangguan ini terjadi kurang dari tiga pekan setelah insiden penyerangan di pesawat maskapai Flydubai tujuan Tel Aviv dari Uni Emirat Arab. Saat itu, seorang kopilot berkewarganegaraan Oman bernama Hamam Al-Hammami menyerang kapten pesawat menggunakan kapak dalam misi bunuh diri untuk menjatuhkan pesawat di Bandara Ben Gurion.

    Pesawat yang membawa 174 penumpang itu sempat menukik tajam sejauh 5.180 meter sebelum berhasil dikendalikan kembali oleh pilot lain serta para penumpang. Penerbangan itu akhirnya dialihkan untuk mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi, sementara pemerintah Israel mulai memperketat pemeriksaan identitas seluruh pilot yang terbang ke negaranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More