Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Bongkar Sindikat Eksploitasi Anak Migran di Spanyol
Investigasi polisi (Unsplash.com/AJ Colores)
  • Guardia Civil Spanyol membongkar jaringan internasional yang diduga mengeksploitasi anak migran tanpa pendamping di Kepulauan Canary, setelah laporan seorang remaja yang dijanjikan pekerjaan.
  • Penyidik menemukan pola pemindahan korban menggunakan dokumen identitas dan perjalanan palsu, melalui jalur udara serta darat menuju Spanyol daratan dan Prancis.
  • Operasi polisi menyelamatkan dua korban, mencegah empat anak lain pergi, dan menangkap lima tersangka, termasuk seorang di bawah umur, setelah lima penggeledahan di Gran Canaria.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Spanyol membongkar jaringan kriminal internasional yang diduga mengeksploitasi anak-anak migran tanpa pendamping di Kepulauan Canary. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Selasa (11/8/2026) setelah seorang remaja melaporkan dirinya direkrut dengan tawaran pekerjaan.

Guardia Civil kemudian menemukan sejumlah kasus serupa yang melibatkan anak-anak di bawah pengawasan otoritas setempat. Jaringan tersebut diduga menggunakan dokumen palsu untuk memindahkan korban dari Kepulauan Canary menuju Spanyol daratan dan Prancis.

1. Penyelidikan bermula dari laporan seorang remaja

ilustrasi Spanyol, Eropa (pexels.com/Mert Ocak)

Penyelidikan Guardia Civil dimulai setelah seorang remaja perempuan migran kembali ke Spanyol dari Prancis. Remaja yang berada dalam pengawasan otoritas di Gran Canaria itu kemudian melapor kepada penyidik.

"Penyelidikan ini dimulai setelah seorang gadis migran yang berada dalam pengasuhan pihak berwenang di Gran Canaria kembali dari Prancis dan memberi tahu penyidik bahwa dia direkrut dengan janji pekerjaan," kata juru bicara Guardia Civil, dilansir Arab News.

Informasi tersebut membantu penyidik menemukan kasus serupa di fasilitas perawatan anak. Beberapa remaja diketahui meninggalkan fasilitas tanpa membawa dokumen identitas mereka.

Petugas kemudian mencocokkan data para remaja dengan jadwal penerbangan menuju Spanyol daratan. Langkah itu membantu penyidik melacak pola perjalanan yang diduga diatur oleh jaringan tersebut.

2. Sindikat gunakan dokumen palsu untuk memindahkan korban

ilustrasi Spanyol (pexels.com/El gringo photo)

Para pelaku diduga memanfaatkan kondisi para remaja yang rentan dan terisolasi di Kepulauan Canary. Mereka menawarkan bantuan untuk meninggalkan wilayah kepulauan dengan iming-iming pekerjaan.

Sindikat kemudian diduga menyediakan dokumen identitas dan perjalanan palsu. Para korban dibawa melalui jalur udara dan darat agar dapat mencapai Spanyol daratan dan Prancis.

"Para pelaku menyediakan dokumen identitas atau dokumen perjalanan palsu dan mengatur perjalanan mereka melalui jalur udara dan darat," kata juru bicara Guardia Civil.

Di lokasi tujuan, sebagian korban diduga mengalami eksploitasi seksual. Polisi menyatakan tindakan tersebut menjadi bagian dari pola kejahatan yang menyasar anak-anak migran tanpa pendamping.

3. Polisi selamatkan korban dan tangkap lima tersangka

Ilustrasi Spanyol (unsplash.com/jorgefdezsalas)

Guardia Civil berhasil menyelamatkan dua korban dalam operasi tersebut. Petugas juga mencegah empat anak di bawah umur lainnya meninggalkan Kepulauan Canary.

Selain itu, polisi menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Salah satu tersangka masih berstatus di bawah umur.

"Kami telah menangkap lima orang yang terlibat, termasuk satu orang yang masih berstatus di bawah umur," kata pejabat Guardia Civil.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menggelar lima penggeledahan di sejumlah lokasi di Gran Canaria. Petugas masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap peran masing-masing tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article