Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Spanyol Temukan Intelijen Maroko di Tengah Arus Migran Ceuta

Spanyol Temukan Intelijen Maroko di Tengah Arus Migran Ceuta
Potret area pejalan kaki yang ramai oleh orang-orang di Ceuta, Spanyol (flickr.com/Nicolas Vigier, CC0)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Aparat Spanyol mendeteksi personel intelijen Maroko di antara migran yang menerobos Ceuta, melalui sistem pengawasan perbatasan; Garda Sipil menyebut temuan serupa pernah terjadi di Ceuta dan Melilla.
  • Sumber intelijen Spanyol menduga agen tersebut memantau penerobosan, kekuatan, dan respons keamanan Spanyol dalam operasi yang dinilai berciri perang hibrida.
  • Spanyol mengerahkan 200 polisi khusus dan 60 personel militer ke Ceuta setelah sekitar 49.000 migran Maroko masuk; Maroko belum memberi tanggapan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Aparat penegak hukum Spanyol mengidentifikasi keberadaan personel intelijen Maroko di antara para migran yang menerobos perbatasan menuju wilayah Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara. Temuan tersebut muncul di tengah lonjakan arus migrasi yang memicu ketegangan baru antara Madrid dan Rabat.

Laporan mengenai temuan itu pertama kali diberitakan media Spanyol El Español. Personel intelijen Maroko disebut terdeteksi melalui sistem pengawasan yang dipasang di sepanjang perbatasan Ceuta.

Menurut sumber yang dikutip media tersebut, keberadaan petugas intelijen Maroko bukan merupakan insiden yang berdiri sendiri. Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil) menyatakan kasus serupa juga pernah ditemukan ketika terjadi tekanan migrasi di Ceuta maupun Melilla.

Sementara itu, sumber di badan intelijen Spanyol menilai operasi semacam ini memiliki karakteristik perang hibrida dan dinilai tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan badan intelijen Maroko.

1. Diduga memantau respons keamanan Spanyol

Bendera Spanyol berkibar di tiang dengan latar langit biru
Bendera Spanyol berkibar di tiang. (pixabay.com/jochemy)

Berdasarkan sumber yang dikutip El Español, Minggu (2/8/2026), tujuan utama kehadiran personel intelijen Maroko adalah memantau aksi penerobosan massal di perbatasan.

Mereka juga diduga mengumpulkan informasi mengenai kekuatan keamanan Spanyol yang dikerahkan di wilayah tersebut.

Selain itu, para agen disebut memantau respons operasional aparat keamanan dan otoritas Spanyol serta mengikuti perkembangan situasi di lapangan selama insiden berlangsung.

Menurut sumber intelijen Spanyol, operasi tersebut dinilai sebagai bagian dari aktivitas yang lazim dilakukan dalam skenario perang hibrida.

2. Ketegangan diplomatik diduga jadi pemicu

bendera Maroko
bendera Maroko (unsplash.com/Afker Moiz)

Sumber di Markas Besar Garda Sipil Spanyol mengaitkan gelombang migrasi terbaru dengan memburuknya hubungan diplomatik antara Spanyol dan Maroko.

Menurut mereka, terdapat dua faktor yang diduga memicu meningkatnya tekanan migrasi ke Ceuta.

Faktor pertama adalah putusan Mahkamah Agung Spanyol mengenai pemulangan migran di perbatasan. Pemerintah Maroko disebut kemungkinan memandang putusan tersebut membatasi kemampuan Spanyol dalam menangani migrasi ilegal.

Faktor kedua adalah kunjungan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez ke Aljazair, rival regional Maroko, yang dilakukan sekitar 10 hari sebelum lonjakan migrasi terjadi.

3. Spanyol kerahkan militer ke Ceuta

Potret Ceuta
Potret Ceuta (commons.wikimedia.org/RACHID BAYA)

Sebagai respons atas situasi tersebut, pemerintah Spanyol mengerahkan personel tambahan ke Ceuta untuk memulihkan keamanan.

Sebanyak 200 personel polisi khusus dan 60 anggota militer didatangkan dari daratan utama Spanyol guna memperkuat pasukan keamanan yang sudah bertugas di wilayah itu.

Menurut perkiraan Garda Sipil Spanyol, sekitar 49.000 migran asal Maroko telah memasuki Ceuta.

Sebagai perbandingan, jumlah penduduk Ceuta saat ini diperkirakan sekitar 84.000 jiwa. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Maroko mengenai laporan dugaan keterlibatan personel intelijennya dalam insiden tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More