Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Portugal Tangkap 55 Pelaku Demo Anarkis di Lisbon
ilustrasi penangkapan (pexels.com/Kindel Media)
  • Polisi Portugal menangkap 55 pelaku demo anarkis di Lisbon saat membongkar tenda demonstran di Rossio, setelah memberi waktu 5–10 menit untuk pergi.
  • Aksi sejak 17 Oktober menyebar dari Lisbon ke Porto dan Coimbra, menuntut penanganan biaya hidup serta sewa hunian yang meningkat dan kenaikan upah minimum.
  • PSP telah membongkar 228 tenda liar di Lisbon dan Porto; protes serupa terkait biaya hidup juga terjadi di Albania, Italia, Prancis, dan Spanyol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Portugal mengklaim telah menangkap 55 pelaku demo anarkis di Ibu Kota Lisbon pada Selasa (20/10/2026) kemarin. Penangkapan ini dilakukan bersamaan dengan operasi pembasmian tenda-tenda liar yang didirikan para demonstran di Lisbon. 

Pada Selasa pagi waktu setempat, polisi sampai di alun-alun Rossio di Lisbon untuk mengusir para demonstran yang mendirikan tenda di sana. Dilansir Euronews, Kepolisian Keamanan Publik Portugal (PSP) ketika itu memberi waktu 5 sampai 10 menit kepada para demonstran untuk membenahi tenda dan pergi dari alun-alun Rossio. Jika menolak, maka mereka akan ditangkap.

1. Tenda didirikan sebagai bentuk protes dari para demonstran

potret tenda-tenda liar (pexels.com/Brett Sayles)

Para demonstran memang sengaja mendirikan tenda di alun-alun Rossio sebagai bentuk protes terhadap pemerintah akan harga sewa tempat tinggal yang semakin tinggi. Selain di Lisbon, para pengunjuk rasa di Kota Porto juga melakukan hal serupa. Namun, polisi Portugal yang ada di kota tersebut juga sudah meminta para demonstran untuk membenahi tenda mereka. 

PSP mengatakan, pihaknya saat ini sudah berhasil membasmi sekitar 228 tenda liar yang didirikan para pengunjuk rasa di Lisbon dan Porto. Mereka juga sudah memberikan larangan ketat untuk para demonstran agar tidak mendirikan tenda lagi saat melakukan demo. Sebab, tenda-tenda liar yang mereka dirikan telah merusak estetika kota dan mengganggu mobilitas warga setempat.

2. Demo massal di Portugal terjadi pada pekan lalu

potret demo di Kota Lisbon, Portugal (pexels.com/Pedro Rebelo Pereira)

Demo massal di Portugal ini sudah terjadi sejak 17 Oktober pekan lalu. Ketika itu, demo pecah di Lisbon dan menyebar ke sejumlah kota besar lainnya. Beberapa di antaranya, seperti Porto dan Coimbra. Menurut otoritas Portugal, ada ratusan pengunjuk rasa yang juga berdemo di kedua kota tersebut.  

Dilansir Anadolu Agency, demo tersebut bertujuan untuk memprotes Pemerintah Portugal soal kenaikan biaya hidup dan biaya sewa tempat tinggal. Selain itu, para demonstran juga mendesak pemerintah untuk menaikkan upah minimum agar mereka bisa hidup lebih layak. Sebab, upah minium di Portugal dinilai terlalu kecil dan tidak sepadan dengan mahalnya biaya hidup di sana.

3. Demo-demo serupa juga terjadi di negara Eropa lainnya

potret demo di Spanyol (pexels.com/Gotta Be Worth It)

Selain di Portugal, demo-demo serupa juga terjadi di sejumlah negara Eropa lainnya, seperti di Albania, Italia, Prancis, hingga Spanyol. Semua demo ini juga dipicu masalah yang sama, yakni kenaikan biaya hidup dan kenaikan biaya sewa tempat tinggal. Menurut sejumlah pengamat, hal ini menggambarkan bahwa situasi ekonomi dunia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. 

Di Albania, Italia, dan Prancis, demo bahkan diwarnai tindakan anarkis. Sebab, para demonstran sampai menjarah dan merusak toko-toko barang mewah yang ada di sejumlah kota di sana. Di Spanyol, para pengunjuk rasa juga melakukan hal yang sama seperti di Portugal, di mana mereka mendirikan tenda-tenda liar untuk memprotes harga sewa rumah yang melonjak. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article