Dilansir Jerusalem Post, Selasa (20/10/2026), hal ini terjadi karena para pengemudi truk di Italia juga ikut berdemo untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar diesel. Hal ini lantas membuat distribusi bahan baku ke perusahaan-perusahaan pasta jadi terhambat sehingga produksi juga jadi terganggu.
Demo Massal Ganggu Produksi Pasta di Italia, Kok Bisa?

- Demonstrasi sopir truk di Italia memprotes kelangkaan dan kenaikan harga diesel, menghambat distribusi bahan baku ke pabrik pasta di berbagai wilayah.
- Rummo Pasta menghentikan produksi akibat bahan baku habis, sementara La Molisana dan pabrik lain mengalami penurunan produksi drastis karena pasokan supplier tertahan.
- Italmopa memperingatkan potensi krisis pasta jika aksi berlanjut; pemerintah menyiapkan bantuan 150 juta euro bagi perusahaan logistik untuk menjaga rantai pasok.
1. Sejumlah pabrik pasta di Italia mengaku sudah kehabisan bahan baku

potret pabrik pasta (pexels.com/Klaus Nielsen) Sejumlah pabrik pasta di Italia mengaku saat ini sudah kehabisan bahan baku untuk melanjutkan produksi. Salah satu pabrik pasta di Italia yang mengalami hal ini adalah Rummo Pasta. Perusahaan tersebut mengaku terpaksa menghentikan produksi pastanya karena bahan baku sudah benar-benar habis. Sayangnya, pasokan dari supplier tidak kunjung datang karena ada demo di mana-mana.
CEO Rummo Pasta, Cosimo Rummo, mengatakan, sejumlah pabrik pasta di wilayah Puglia, Campania, dan Sicily juga sedang mengalami hal serupa. La Molisana, salah satu produsen pasta di wilayah Molise juga mengaku produksi pasta mereka telah menurun drastis karena kehabisan bahan baku. Sebab, pasokan bahan baku dari supplier tidak kunjung datang karena para supir truk ikut berdemo.
2. Akan ada krisis pasta jika demo berlanjut

potret demo (pexels.com/Luca Nardone) Serikat industri giling Italia, Italmopa, mengatakan, akan ada krisis pasta di Italia jika demo terus berlanjut. Sebab, pasokan bahan baku ke pabrik akan semakin terhambat sehingga produksi pasta di Italia bisa anjlok ke level terendah. Oleh karena itu, mereka berharap demo tidak terjadi lagi sehingga pasokan bahan baku bisa kembali normal.
Sebagai informasi, demo yang dilakukan para supir truk ini terjadi di sejumlah wilayah di Italia bagian selatan, termasuk di Sicily, pada pekan lalu. Para supir memprotes pemerintah akan kelangkaan bahan bakar diesel yang membuat harganya naik drastis. Selain mengganggu produksi pasta, demo ini juga membuat pasokan ke supermarket setempat jadi terganggu sehingga masyarakat kesulitan membeli kebutuhan pokok.
3. Demo anarkis juga terjadi di Milan

potret Kota Milan, Italia (pexels.com/Rubina Ajdary) Aksi demo di Italia juga terjadi di Ibu Kota Milan pada pekan lalu. Kala itu, para demonstran juga sampai melakukan tindakan anarkis. Mereka sengaja merusak dan menjarah sejumlah toko barang mewah yang ada di kota tersebut. Dalam demo tersebut, pada pengunjuk rasa memprotes kenaikan biaya hidup dan agresi Israel ke Gaza, Palestina. Mereka mendesak Pemerintah Italia untuk menurunkan biaya hidup dan menghentikan agresi Israel di Gaza.
Usai semua demo yang terjadi pekan lalu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, langsung menggelar rapat darurat. Dalam rapat tersebut, Meloni meminta semua aparat keamanan di Italia untuk mengamankan kota. Selain itu, Meloni juga menyiapkan bantuan sebesar 150 juta euro atau setara Rp3 triliun untuk diberikan kepada perusahaan logistik di Italia. Bantuan ini bertujuan agar aktivitas logistik tetap berjalan sehingga rantai pasok ke pabrik-pabrik, termasuk pabrik pasta tetap terjaga.























