Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Taiwan Bongkar Judi Piala Dunia Ilegal Senilai Rp5,38 Triliun
Bendera Taiwan (unsplash.com/xandreasw)
  • Polisi Taiwan membongkar sindikat judi sepak bola internasional ilegal senilai Rp5,38 triliun, menjadikannya salah satu operasi penegakan hukum terbesar di negara tersebut.
  • Dalam penggerebekan rumah mewah di Kota Tainan, polisi menyita puluhan perangkat komputer dan menangkap delapan tersangka, termasuk lima warga asing yang diduga mengelola operasional judi daring.
  • Otoritas Taiwan bekerja sama dengan Interpol menelusuri jaringan keuangan global sindikat ini serta memperketat pengawasan siber untuk mencegah dampak ekonomi dan sosial dari aktivitas judi ilegal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Taiwan membongkar sindikat judi sepak bola internasional ilegal, pada Rabu (1/7/2026). Kasus ini menjadi salah satu penegakan hukum judi olahraga terbesar di Taiwan.

Pengungkapan kasus ini diumumkan secara resmi kepada publik pada Kamis (2/7/2026). Saat ini, polisi masih menyelidiki aliran dana dan memburu pelaku lain yang terlibat.

1. Penggerebekan markas judi di Kota Tainan

Ilustrasi permainan judi online menggunakan smartphone dengan chip dan dadu kasino. (Foto: pinterest.com)

Polisi menggerebek sebuah rumah mewah berlantai lima di Kota Tainan yang disewa sebagai pusat operasional taruhan. Penggerebekan dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian selama beberapa hari.

Di lokasi tersebut, polisi menyita puluhan perangkat komputer yang digunakan sebagai infrastruktur operasional. Petugas juga menangkap delapan orang tersangka.

Barang bukti yang disita meliputi komputer, telepon seluler, buku catatan keuangan, dan uang tunai. Tim forensik kini sedang memeriksa bukti digital untuk mengidentifikasi akun para penjudi.

"Kami menyita seluruh komputer dan catatan transaksi dalam operasi yang melibatkan kepolisian sektor keempat, pasukan khusus, serta tim investigasi teknologi," kata Wakil Kepala Kepolisian Sektor Keempat Kota Tainan, Hou Ming-jen, dilansir The Star.

2. Penangkapan lima warga negara asing

Ilustrasi tim Satgas Pemberantasan Judi Online dengan latar layar komputer menampilkan situs-situs yang diblokir. (pexels.com/Sora Shimazaki)

Polisi mengungkapkan bahwa lima dari delapan tersangka yang ditangkap merupakan warga negara asing. Mereka masuk ke Taiwan menggunakan visa turis untuk mengelola operasional judi daring tersebut.

Salah satu warga asing asal Macau diduga memiliki hubungan dengan sebuah grup kasino. Polisi menduga ada jaringan luar negeri yang mengatur pembagian tugas di rumah sewaan tersebut.

Saat ini, otoritas keamanan Taiwan berkoordinasi dengan Interpol untuk menyelidiki jaringan keuangan global kelompok ini. Para pelaku lintas negara ini juga menghadapi ancaman deportasi dan tuntutan pidana berat.

3. Akumulasi taruhan ilegal Piala Dunia

Ilustrasi judi daring. (freepik.com/freepik)

Nilai taruhan yang dikumpulkan oleh sindikat internasional ini diperkirakan mencapai lebih dari 300 juta dolar AS (Rp5,38 triliun). Sindikat ini memanfaatkan tingginya pasar taruhan lokal untuk meraup keuntungan besar selama turnamen berlangsung.

Kepolisian menegaskan bahwa perputaran uang ilegal dalam jumlah besar ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi lokal. Oleh karena itu, polisi kini memperketat pengawasan siber.

"Judi internet tidak hanya ilegal, tetapi juga memicu kejahatan lain seperti penagihan utang dengan kekerasan, pencucian uang, dan penipuan yang mengancam masyarakat," kata Kepala Kepolisian Sektor Keempat Kota Tainan, Liao Shui-chi.

Polisi juga mengimbau para orang tua untuk mengawasi aktivitas internet anak-anak mereka selama liburan musim panas. Langkah ini penting agar remaja tidak tergiur oleh iklan judi ilegal di media sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article