Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Vietnam Bongkar Sindikat Daging Kucing, 500 Ekor Diselamatkan
ilustrasi kucing dalam kandang (pexels.com/Denitsa Kireva)
  • Polisi Ho Chi Minh membongkar sindikat perdagangan daging kucing, menyelamatkan lebih dari 500 ekor, dan menangkap sembilan tersangka yang telah beroperasi selama tiga tahun di Vietnam selatan.
  • Organisasi HWFA menyoroti besarnya industri daging kucing di Vietnam, dengan ribuan hewan dicuri dan disembelih tiap bulan, sementara banyak kucing selamat dirawat oleh relawan lokal.
  • Pemerintah Vietnam mulai memperkuat regulasi perlindungan hewan peliharaan serta bekerja sama dengan kelompok kesejahteraan global untuk mengakhiri konsumsi daging anjing dan kucing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepolisian Kota Ho Chi Minh, Vietnam, membongkar jaringan perdagangan daging kucing berskala besar dan menyelamatkan lebih dari 500 ekor kucing. Operasi yang berlangsung selama beberapa hari itu dilakukan setelah muncul banyak laporan pencurian hewan peliharaan, seperti dilaporkan The Guardian pada Rabu (17/6/2026) dan sejumlah kelompok kesejahteraan hewan.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap sembilan tersangka. Hasil penyelidikan menunjukkan kelompok itu telah beroperasi selama tiga tahun dengan cara menjebak dan mengumpulkan kucing dari sejumlah wilayah di Vietnam selatan, termasuk Tay Ninh dan An Giang.

Petugas turut menyita 45 kandang yang berisi sekitar 400 kucing hidup serta menemukan 21 kucing hidup di lokasi terpisah. Polisi juga mendapati empat kotak busa berisi es yang menyimpan sekitar 80 bangkai kucing, sementara media lokal menyebut kasus ini sebagai salah satu operasi penyelamatan kucing terbesar di Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 40 kucing telah kembali kepada pemiliknya, sedangkan puluhan lainnya sempat berada dalam kondisi kritis hingga akhirnya mati.

1. Organisasi hewan mengungkap besarnya industri daging kucing

ilustrasi kucing dalam kandang (pexels.com/Nothing Ahead)

Kondisi hewan yang dievakuasi disebut sangat memprihatinkan. Sejumlah kucing yang berhasil diselamatkan diketahui sedang hamil, bahkan beberapa anak kucing lahir di markas polisi setelah proses evakuasi dilakukan.

Karanvir Kukreja dari Humane World for Animals (HWFA), organisasi nirlaba internasional yang berkampanye melawan perdagangan daging anjing dan kucing, menyebut kasus ini memperlihatkan besarnya industri daging kucing di Vietnam. Ia menyatakan bahwa jutaan hewan menjadi korban pencuri yang merebut hewan peliharaan atau hewan jalanan untuk disembelih dan dikonsumsi manusia

Direktur HWFA Vietnam, Phuong Pham, menjelaskan ribuan kucing dicuri, diperjualbelikan, dan disembelih setiap bulan di seluruh negeri. Ia juga menyebut penyelamatan kali ini hanya menjadi bagian kecil dari industri yang masih berlangsung dalam skala besar.

2. Relawan lokal membantu perawatan kucing selamat

ilustrasi pengobatan kucing (pexels.com/Gustavo Fring)

Proses penanganan pascapenggerebekan melibatkan dukungan komunitas setempat. Vietnam Cat Welfare, organisasi nirlaba lokal yang ikut merawat hewan-hewan tersebut, membantu proses pemulihan bersama para relawan.

Chris Gindelhumer dari Vietnam Cat Welfare menggambarkan suasana emosional ketika para pemilik berdatangan untuk mencari hewan peliharaan mereka yang hilang.

“Sungguh indah melihat begitu banyak keluarga Vietnam datang mencari kucing mereka. Tapi juga menyayat hati karena banyak keluarga mencari kucing mereka dan tak menemukannya,” kata Gindelhumer, dikutip Al Jazeera.

Ia juga menjelaskan banyak dokter hewan dan relawan bekerja tanpa henti untuk memberikan perawatan medis kepada kucing-kucing yang berhasil diselamatkan.

3. Pemerintah Vietnam memperkuat perlindungan hewan peliharaan

Bendera Vietnam (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Konsumsi daging anjing dan kucing masih legal di Vietnam. Namun, pemerintah mewajibkan para pedagang memiliki izin resmi untuk membuktikan asal-usul hewan yang dijual, sementara Kota Hoi An mulai bekerja sama dengan kelompok kesejahteraan hewan global guna menghentikan praktik tersebut sepenuhnya.

Perubahan regulasi di Vietnam mulai bergulir setelah Korea Selatan menerapkan larangan perdagangan daging anjing pada 2024. Pejabat Vietnam menyampaikan komitmen untuk memperbarui sistem hukum demi memperkuat perlindungan hewan peliharaan dan hak para pemiliknya.

Kasus penggerebekan ini juga memunculkan kesadaran baru di kalangan masyarakat. An Pham, mahasiswa sekaligus pencinta kucing di Kota Ho Chi Minh, menyebut peristiwa tersebut mengejutkan publik dan mendorong meningkatnya kesadaran untuk menghentikan konsumsi daging kucing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article