Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Minta Suriah Perangi Hizbullah di Lebanon: Israel Tak Becus

Trump Minta Suriah Perangi Hizbullah di Lebanon: Israel Tak Becus
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengkritik Israel karena dianggap gagal menumpas Hizbullah di Lebanon dan meminta Suriah mengambil alih peran tersebut.
  • Trump menilai serangan Israel ke Beirut menjelang kesepakatan damai AS-Iran sebagai langkah keliru yang bisa menggagalkan proses perdamaian.
  • Meski ada kesepakatan damai, Israel masih melancarkan serangan ke Lebanon untuk membalas aksi Hizbullah, memicu kekhawatiran atas stabilitas kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Suriah menggantikan Israel untuk memerangi Hizbullah di Lebanon. Sebab, Trump menilai Israel tidak becus memerangi mereka. Negara Yahudi itu sudah melakukan banyak serangan ke Lebanon untuk membasmi Hizbullah hingga menewaskan banyak jiwa. Namun, hingga kini, Hizbullah justru masih melawan dan seluruh anggota mereka juga masih tersisa banyak. 

“Israel terlalu lama memerangi Hizbullah dan terlalu banyak orang yang terbunuh. Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang. Sebab, ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu. Mereka tidak semuanya anggota Hizbullah. Itu yang bisa saya pastikan. Saya tidak senang dengan cara Israel menangani masalah Lebanon dan Hizbullah. Mereka seharusnya bisa menyelesaikan pekerjaan itu lebih cepat,” ujar Trump dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pada Selasa (16/6/2026) dilansir Times of Israel.

1. Trump soroti serangan Israel ke Beirut menjelang kesepakatan damai AS-Iran

Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel.
Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

Dalam pidatonya, Trump juga menyoroti serangan Israel ke ibu kota Lebanon, Beirut, yang dilakukan menjelang kesepakatan damai AS dan Iran pada Minggu (14/6/2026) pekan lalu. Trump menyebut serangan itu merupakan tindakan yang salah. Sebab, serangan itu bisa menggagalkan kesepakatan damai AS dan Iran. Ini karena Iran tidak ingin Israel terus menyerang Lebanon karena kedua negara sudah menyepakati gencatan senjata. 

“Saya tidak suka ketika, dua jam sebelum kita menandatangani perjanjian, terjadi serangan di Lebanon, di Beirut. Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah. Sebab, jujur ​​saja, saya pikir, mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam hal itu,” lanjut Trump.  

2. Suriah bisa memerangi Hizbullah tanpa membunuh banyak orang

Bendera Suriah sedang berkibar.
potret bendera Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)

Oleh karena itu, Trump meminta Suriah segera melakukan operasi militer untuk menyerang Hizbullah di Lebanon. Sebab, tidak seperti Israel, Trump menilai Suriah bisa membasmi Hizbullah tanpa perlu membunuh warga sipil Lebanon. Menurutnya, warga sipil Lebanon bukan pihak yang bersalah sehingga mereka tidak berhak jadi korban.

“Dia (Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa) sangat cakap. Dia sangat baik bagi saya. Dia telah melindungi semua yang saya minta. Jika Israel tidak dapat melakukan pekerjaan itu tanpa membunuh orang lain. Dia akan melakukannya. Suriah akan melakukannya,” jelas Trump. 

3. Israel masih menyerang Lebanon

Bendera Israel sedang berkibar.
potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Hingga saat ini, Israel masih melakukan serangan ke Lebanon untuk membasmi Hizbullah. Padahal, Lebanon sudah terlibat dalam kesepakatan damai AS dan Iran yang diraih pekan lalu. Dalam kesepakatan itu, Israel diwajibkan untuk berhenti menyerang Lebanon dengan alasan apa pun.

Serangan terbaru Israel ke Lebanon terjadi pada Rabu. Saat itu, Israel menyerang Kota Nabatieh al-Fawqa dan Kfar Tebnit. Serangan tersebut ditujukan untuk membalas Hizbullah yang sudah lebih dulu melakukan serangan drone ke pasukan pertahanan Israel (IDF).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More