Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Politisi Senior Demokrat AS Tolak Rencana Kirim Bom 900 kg ke Israel

3 min read
Politisi Senior Demokrat AS Tolak Rencana Kirim Bom 900 kg ke Israel
Presiden AS, Donald Trump (kanan), dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri). (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Politisi Demokrat AS Gregory Meeks menolak rencana penjualan bom 2.000 pon senilai 2,8 miliar dolar AS kepada Israel karena khawatir penggunaannya melanggar hukum internasional.
  • Meeks tidak bisa menghentikan transfer senjata sendiri; Kongres memerlukan resolusi dua pertiga suara, sementara presiden dapat mempercepat penjualan dengan menyatakan keadaan darurat.
  • Dukungan publik AS terhadap Israel menurun sejak perang Gaza, sementara Meeks menilai pengiriman senjata yang dipercepat telah melampaui mekanisme pengawasan Kongres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Politisi senior Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Gregory Meeks, menolak rencana pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjual bom 2.000 pon (900 kilogram) senilai 2,8 miliar dolar AS (sekitar Rp49 triliun) kepada Israel. Penolakan Meeks didasarkan pada kekhawatiran bahwa bom-bom tersebut tidak digunakan sesuai dengan hukum internasional.

Meeks mengatakan bahwa rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait penggunaan amunisi di wilayah padat penduduk di Gaza dan Lebanon. Dia menyebut hal itu mencerminkan tanggung jawab Kongres untuk memastikan bahwa senjata yang didanai AS digunakan secara sah, bertanggung jawab, dan dengan perlindungan yang memadai bagi nyawa manusia.

Keberatan Meeks menyusul laporan bahwa Washington berencana memasok 40.000 unit amunisi kepada Israel, yang disebut Meeks sebagai amunisi paling destruktif dalam persenjataan AS. Kesepakatan tersebut mencakup 20.000 bom MK-84, 20.000 bom BLU-117, dan 20.000 hulu ledak penembus (penetrator) I-2000, dikutip dari BBC.

  1. 1. Penolakan Meeks belum cukup untuk hentikan penjualan senjata

    kualitas udara buruk di AS
    ilustrasi kualitas udara buruk di AS (djloche, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Meeks tidak dapat memveto sendiri transfer senjata senilai AS ke Israel. Diperlukan resolusi yang disahkan bersama oleh dua pertiga anggota DPR dan Senat untuk menghalangi transfer senjata tersebut. Selain itu, Trump dapat melanjutkan kesepakatan tersebut jika pemimpin itu menyatakan adanya keadaan darurat yang mengharuskan penjualan segera.

    Penggunaan bom oleh Israel di Gaza telah memicu kemarahan internasional akibat dampak dahsyatnya di wilayah sipil yang padat penduduk. Pada 2024, Presiden Joe Biden sempat menunda pengiriman bom-bom tersebut ke Tel Aviv, sebelum akhirnya dibatalkan saat Trump kembali menjabat pada tahun lalu.

    Meski demikian, Meeks menyatakan bahwa dirinya tetap berkomitmen terhadap keamanan Israel. Meeks menjelaskan bahwa keputusannya tidak melemahkan dukungan Kongres bagi kebutuhan pertahanan negara Zionis yang sah.

  2. 2. Meeks kritik kepemimpinan Netanyahu

    bendera AS
    ilustrasi bendera AS (unsplash.com/chris robert)

    Meeks memiliki hubungan yang telah lama terjalin dengan komunitas pro-Israel. Pada 2020 lalu, pejabat senior Demokrat itu bertemu dengan berbagai kelompok yang mendukung negara Zionis tersebut untuk mendapatkan dukungan untuk menjadi ketua komunitas tersebut.

    Meski begitu, belakangan ini Meeks mengkritik kepemimpinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Meeks mengecam keras keputusan Netanyahu beserta kabinet keamanannya untuk memperluas kendali atas Tepi Barat. Dia menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut secara sengaja mengikis peluang tercapainya solusi dua negara melalui perundingan.

    Pada April 2024, Meeks mengancam akan menghalangi penjualan jet tempur F-15 ke Israel jika tidak menerima jaminan mengenai tujuan penggunaan sejumlah jet tersebut. Dia mengaku sudah muak dengan pengeboman tanpa pandang bulu dan ingin mencegah Tel Aviv menggunakan senjata-senjata itu untuk menimbulkan lebih banyak korban jiwa.

  3. 3. Dukungan publik AS terhadap Israel menurun

    bendera AS
    ilustrasi bendera AS (pexels.com/Brett Sayles)

    Dukungan publik AS terhadap Israel telah menurun sejak perang Gaza dimulai pada 2023. Sebuah jajak pendapat dari Universitas Quinnipiac pada Juni lalu menemukan bahwa 48 persen pemilih dan 66 persen anggota Demokrat berpendapat AS terlalu suportif kepada Tel Aviv. angka itu meningkat dari 16 persen dan 20 persen saat pertama kali diajukan pada 2017, dilansir CBC.

    Pada 2025, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan keadaan darurat keamanan nasional untuk memintas peninjauan Kongres. Hal itu bertujuan mempercepat pengiriman senjata senilai hampir 3 miliar dolar AS (sekitar Rp53 triliun), termasuk lebih dari 35.000 bom berat dan 4.000 hulu ledak penghancur bunker.

    Ditambah dengan paket terpisah senilai 6,67 miliar dolar AS (setara Rp118 triliun) pada Januari, Washington kini telah menyetujui atau mempercepat pengiriman senjata senilai lebih dari 12 miliar dolar AS (sekitar Rp212 triliun) untuk Israel sejak Trump menjabat. Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 73 ribu warga Palestina telah tewas dalam genosida Tel Aviv.

    Meeks menyatakan kecepatan proses tersebut telah melampaui mekanisme pengawasan. Dia menuding para pejabat melewatkan sesi pengarahan dan terburu-buru dalam melakukan penjualan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More