Jakarta, IDN Times - Presiden Bolivia, Rodrigo Paz resmi menetapkan keadaan darurat untuk membuka blokade jalan di La Paz dan El Alto pada Sabtu (20/6/2026). Penetapan keadaan darurat ini untuk pertama kalinya setelah demonstrasi besar selama 7 pekan.
“Ini bukan keadaan darurat untuk membatasi pergerakan warga, tapi untuk membuka kembali blokade jalan. Bolivia tidak dapat terus disandera oleh blokade dan mencegah orang bekerja, belajar, dan menerima layanan kesehatan,” terangnya, dikutip dari Deutsche Welle.
Beberapa bulan terakhir, Bolivia telah dilanda demonstrasi besar dan pemblokiran jalan utama karena penolakan kebijakan pemerintahan Paz. Alhasil, aktivitas ibu kota La Paz dan El Alto lumpuh.
