Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Alasan Presiden Bolivia Deklarasikan Keadaan Darurat
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz. (Estado de Chile, CC BY 3.0 CL, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan keadaan darurat untuk membuka blokade jalan di La Paz dan El Alto setelah tujuh pekan demonstrasi yang melumpuhkan aktivitas kota.
  • Pemerintah menurunkan tentara dan polisi tanpa senjata mematikan di titik strategis guna menjaga keamanan serta memastikan akses transportasi dan layanan publik kembali normal.
  • Paz mencapai kesepakatan damai dengan Persatuan Pekerja Bolivia, namun kelompok petani pendukung Evo Morales masih menolak membuka blokade dan menuntut pengunduran dirinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Bolivia, Rodrigo Paz resmi menetapkan keadaan darurat untuk membuka blokade jalan di La Paz dan El Alto pada Sabtu (20/6/2026). Penetapan keadaan darurat ini untuk pertama kalinya setelah demonstrasi besar selama 7 pekan. 

“Ini bukan keadaan darurat untuk membatasi pergerakan warga, tapi untuk membuka kembali blokade jalan. Bolivia tidak dapat terus disandera oleh blokade dan mencegah orang bekerja, belajar, dan menerima layanan kesehatan,” terangnya, dikutip dari Deutsche Welle.

Beberapa bulan terakhir, Bolivia telah dilanda demonstrasi besar dan pemblokiran jalan utama karena penolakan kebijakan pemerintahan Paz. Alhasil, aktivitas ibu kota La Paz dan El Alto lumpuh. 

1. Tentara akan diterjunkan di sejumlah titik

ilustrasi bendera Bolivia (Pexels/Mac Camacho)

Kantor Kepresidenan Bolivia menekankan bahwa keadaan darurat bukan untuk membatasi hak warga, melainkan untuk membuka blokade jalan. Mereka mengatakan, tentara dan polisi tidak akan dilengkapi senjata mematikan.

Dilansir EFE, nantinya tentara dan polisi akan ditempatkan di rute strategis untuk menghindari adanya pemblokiran jalan. Selain itu, pasukan akan diterjunkan di sejumlah infrastruktur penting untuk pengamanan. 

2. Paz sebut terdapat upaya perusakan stabilitas Bolivia

Presiden Bolivia, Rodrigo Paz. (Estado de Chile, CC BY 3.0 CL, via Wikimedia Commons)

Paz menyayangkan adanya upaya untuk merusak stabilitas dan menyebabkan kematian dan penderitaan warga. Menurutnya, pemblokiran jalan ini sudah mengakibatkan kerugian ekonomi yang tak terhitung. 

“Apa yang dihadapi Bolivia saat ini adalah strategi perusakan stabilitas demokrasi dan pemerintahan yang dipilih secara sah. Kami dapat menyebut bahwa ini adalah upaya kudeta yang didorong oleh narkoterorisme,” ungkapnya. 

Presiden Bolivia itu menuding organisasi dari Cochabamba yang berada di balik perusakan stabilitas nasional. Kota tersebut merupakan basis utama dari pendukung mantan Presiden Bolivia, Evo Morales. 

3. Paz dan Persatuan Pekerja Bolivia capai kesepakatan

suasana demonstrasi di La Paz, Bolivia (Qhanaaru, CC0, via Wikimedia Commons)

Sehari sebelumnya, Paz dan Persatuan Pekerja Bolivia (COB) akhirnya mencapai kesepakatan untuk berdamai. Namun, persatuan petani dan organisasi afiliasi Morales masih belum mau membuka blokade dan meminta Paz mundur. 

Kepala COB, Mario Argollo mengatakan bahwa pemerintah Bolivia sudah berkomitmen untuk menyetujui semua yang diminta dalam perjanjian. Maka dari itu, ia bersedia untuk membuka kembali jalan di seluruh Bolivia. 

Namun, ia memberikan tenggat waktu selama 90 hari bagi pemerintah untuk memenuhi komitmennya. Salah satu komitmen itu dengan membebaskan demonstran yang ditangkap. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article