Jakarta, IDN Times - Presiden Panama, Jose Raul Mulino mengungkapkan bahwa China sangat membutuhkan Panama. Alhasil, Beijing mengancam akan mengenakan kebijakan balasan kepada negaranya.
“Semua orang di China memproduksi dan melewati Terusan Panama. Orang tersebut menjual dan menjual produknya lewat Zona Perdagangan Bebas Colon. Semua gas yang juga harus melewati Terusan Panama. Mereka membutuhkan kami lebih dari kami membutuhkan mereka,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Jumat (26/2/2026).
Beberapa bulan terakhir, hubungan China dan Panama terus menegang. Ketegangan didorong oleh pemutusan kontrak sepihak kepada perusahaan Hongkong, CK Hutchison untuk mengelola pelabuhan di Panama.
