Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Panama Sebut China Sangat Butuh Akses Terusan Panama
Bendera Panama. (unsplash.com/luchox23)

Jakarta, IDN Times - Presiden Panama, Jose Raul Mulino mengungkapkan bahwa China sangat membutuhkan Panama. Alhasil, Beijing mengancam akan mengenakan kebijakan balasan kepada negaranya.  

“Semua orang di China memproduksi dan melewati Terusan Panama. Orang tersebut menjual dan menjual produknya lewat Zona Perdagangan Bebas Colon. Semua gas yang juga harus melewati Terusan Panama. Mereka membutuhkan kami lebih dari kami membutuhkan mereka,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Jumat (26/2/2026). 

Beberapa bulan terakhir, hubungan China dan Panama terus menegang. Ketegangan didorong oleh pemutusan kontrak sepihak kepada perusahaan Hongkong, CK Hutchison untuk mengelola pelabuhan di Panama. 

1. Panama akan mengevaluasi dampak dari kebijakan balasan China

ilustrasi bendera Panama (pexels.com/esjaimes)

Mulino mengakui bahwa China merupakan negara penting di dunia. Namun, ia mengaku Panama memiliki strategi tersendiri yang dapat merespons kebijakan dari Beijing. 

“Tentu saja, China adalah negara penting di dunia dan tidak ada yang menampiknya. Namun, ketika kebijakan balasan itu tiba, kami akan mengevaluasi dan merespons apa yang sudah mereka putuskan,” tuturnya. 

Meskipun demikian, Mulino mengaku percaya diri bahwa tidak akan ada kejadian apapun. Namun, jika kebijakan balasan itu memang diberlakukan kepada Panama, maka tunggu apa yang akan terjadi. 

2. China menjadi pengguna kedua Terusan Panama

ilustrasi bendera China (unsplash.com/huichaoji)

China diketahui sebagai pengguna kedua Terusan Panama di bawah Amerika Serikat (AS). Sementara, AS menjadi pengguna utama Terusan Panama yang mencapai 70 persen dari kapal kargonya melewati negara Amerika Tengah tersebut. 

Meskipun demikian, China menjadi penyokong utama Zona Perdagangan Bebas Colon di pesisir Karibia. Area yang didirikan pada 1948 itu menjadi yang terbesar di Benua Amerika untuk mengekspor kembali barang ke seluruh kawasan. 

Dilansir NBC News, pemerintah Hongkong sudah menyatakan kekecewaan atas pemutusan kontrak Hutchison. Hongkong mendesak Panama untuk menghormati kontrak dan menyediakan lingkungan bisnis yang adil. 

3. Terusan Panama beroperasi normal usai hengkangnya Hutchison

Terusan Panama. (unsplash.com/alexanthony)

Pada Selasa (24/2/2026), Panama menyebut bahwa Terusan Panama beroperasi seperti biasanya setelah kontrak dengan CK Hutchison Holdings resmi berakhir. Kini, pemerintah Panama yang mengambilalih operasional Pelabuhan Balboa dan Cristobal. 

Dilansir The Tico Times, Menteri Urusan Terusan Panama, Jose Ramon Icaza mengungkapkan bahwa operasional Pelabuhan Balboa sudah dioperasikan oleh APM Terminal, anak perusahaan Maersk. Sedangkan, operasional Pelabuhan Cristobal sudah diambilalih oleh perusahaan MSC. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team