Panama Tolak Ancaman China usai Cabut Kontrak Perusahaan Hongkong

- Hongkong dan Makau menolak putusan hukum di Panama
- China akan membela kepentingan perusahaannya
- AS sambut baik pemutusan kontrak Hutchison di Panama
Jakarta, IDN Times - Presiden Panama, Jose Raul Mulino, mengatakan bahwa Panama menolak keras ancaman China soal pemutusan kontrak operator asal Hongkong, Hutchison Holdings. Menurutnya, tindakan tersebut sebagai penolakan putusan hukum di Panama.
“Saya menolak keras pernyataan dari Hongkong dan Makau. Panama adalah negara yang diatur oleh hukum dan menghormati segala putusan dari Komisi Yudisial,” terangnya, dikutip dari The Tico Times, Kamis (5/2/2026).
Sejak awal 2025, Panama sudah mendapat tekanan besar dari Amerika Serikat (AS) soal Terusan Panama. Washington mengancam akan merebut Terusan Panama karena dikelola oleh China.
1. Hongkong dan Makau tolak putusan hukum di Panama

Sebelumnya, Kantor Perwakilan Hongkong dan Makau di Panama menuding bahwa putusan kontrak Hutchison Holdings disengaja dan tidak masuk akal. Menurutnya, putusan itu berlawanan dengan pemerintah China dan Wilayah Administrasi Khusus Hongkong.
“Pemerintah Panama seharusnya mengenali situasi dan membenarnya arahnya. Jika mereka terus seperti ini, mereka tidak akan dapat mengelak untuk membayar sebuah harga sangat mahal dalam kepentingan politik dan ekonomi,” terangnya, dikutip dari CNBC.
Sesuai putusan dari Mahkamah Agung Panama pekan ini, Panama Ports Co. (PPC) yang menjadi anak perusahaan Hutchison melanggar. Perusahaan Hongkong itu diketahui sudah jadi operator Pelabuhan Balboa dan Cristobal sejak 1997.
2. China akan membela kepentingan perusahaannya

Pada saat yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian memperingatkan bahwa Beijing akan membela kepentingan perusahaannya. Menurutnya, langkah ini adalah bentuk mentalitas AS yang didasarkan pada Perang Dingin.
Sementara itu, PPC berencana untuk mengajukan banding atas putusan dari MA Panama dan menolaknya di forum internasional. Anak perusahaan Hutchison itu menuduh Panama menyebabkan kerusakan besar bagi perusahaannya dengan memutus kontrak.
Sementara, hakim di Panama mengungkapkan pembaruan kontrak pada 2021 itu dilakukan secara otomatis tanpa negosiasi ulang. Usai kepergian Hutchison, nantinya perusahaan Denmark, Maersk akan mengambilalih sementara operasional.
3. AS sambut baik pemutusan kontrak Hutchison di Panama

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyambut baik keputusan Panama untuk memutus kontrak Hutchison. Sebelumnya, ia sudah mendesak Panama untuk mengurangi pengaruh China di Terusan Panama.
Dilansir BBC, Panama membantah tudingan bahwa terusan itu dimiliki dan dikontrol oleh China. Raul Mulino menyebut bahwa Terusan Panama adalah milik Panama dan akan terus berada di bawah pemerintahan negara Amerika Tengah tersebut.


















