Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil AfD, Partai Sayap Kanan yang Menangi Pemilu Regional di Jerman
potret logo Partai AfD Jerman (commons.wikimedia.org/ThecentreCZ)
  • AfD memenangi pemilu regional Saxony-Anhalt pada 7 September 2026 dengan 43,8 persen suara, mengungguli CDU yang memperoleh 17,2 persen.
  • Didirikan pada 2013 untuk menentang kebijakan Eurozone, AfD kini dipimpin Alice Weidel dan Tino Chrupalla serta dikenal lewat agenda konservatif, nasionalis, dan pasar bebas.
  • Kemenangan ini disebut sebagai kemenangan pertama partai sayap kanan di Jerman sejak Perang Dunia II; manifesto Vision 2026 memuat deportasi imigran, kedekatan dengan Rusia, serta perbaikan kesehatan dan pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Partai Alternative fuer Deutschland (AfD) berhasil memenangi kontestasi pemilihan umum regional Jerman untuk Negara Bagian Saxony-Anhalt pada Senin (7/9/2026). AfD mengalahkan rival utama mereka, Partai Christian Democratic Union (CDU), dengan perolehan suara 43,8 persen. CDU sendiri hanya berhasil mendapatkan suara sebanyak 17,2 persen. 

Kemenangan Partai AfD ini menjadi suatu kabar yang besar di Jerman. Mengapa demikian? Untuk mengetahui hal tersebut, mari simak terlebih dahulu profil lengkap Partai AfD. Jangan lupa baca sampai habis dan share artikel ini ke masyarakat luas agar bisa jadi wawasan menarik!  

1. Partai AfD dibentuk pada 2013

potret logo Partai AfD Jerman (commons.wikimedia.org/Ziko)

Partai AfD merupakan partai berhaluan sayap kanan asal Jerman yang dibentuk pada 2013. Partai ini merupakan partai oposisi terbesar yang ada di Jerman. Tujuan pembentukannya saat itu adalah untuk menentang kebijakan Eurozone yang dianggap merugikan Berlin. 

Saat ini, Partai AfD dipimpin oleh dua politisi senior Jerman bernama Alice Weidel dan Tino Chrupalla. Sebagai pemimpin, Weidel dan Chupalla menolak Partai AfD disebut partai sayap kanan. Sebab, mereka juga tidak pernah mendeklarasikan partainya sebagai partai sayap kanan, sayap kiri, atau partai ekstremis. Mereka menilai partainya sebagai partai yang netral. 

Namun, sejumlah pihak, terutama media Jerman dan media internasional tetap menjuluki Partai AfD sebagai partai sayap kanan. Sebab, kebijakan yang mereka usung memang cenderung mengandung nilai-nilai konservatif, tradisi, nasionalisme, dan pasar bebas. Nilai-nilai tersebut merupakan ciri khas dari partai sayap kanan.

2. Partai AfD jadi partai sayap kanan pertama yang menang pemilu di Jerman sejak Perang Dunia II

ilustrasi pemilu (pexels.com/Edmond Dantes)

Kemenangan Partai AfD dalam pemilu regional di Jerman menjadi berita besar tentu bukan tanpa sebab. Saking besarnya, salah satu media Jerman, Der Spiegel, menyebutnya sebagai “Gempa politik berkekuatan 9.0 magnitudo”. Sebab, media tersebut menilai kemenangan Partai AfD menjadi dobrakan besar di kancah perpolitikan Jerman, terutama di Negara Bagian Saxony-Anhalt. 

Alasan pertama mengapa kemenangan Partai AfD di pemilu Jerman menjadi berita besar adalah karena partai tersebut menjadi partai sayap kanan pertama yang berhasil memenangi pemilu di Jerman sejak Perang Dunia II. Ketika itu, Jerman masih dipimpin oleh diktator Adolf Hitler dan Partai Nazi. Alasan kedua adalah karena Partai AfD punya kebijakan anti-imigran yang akan mereka lakukan di Saxony-Anhalt saat sudah resmi berkuasa. 

Jadi, para anggota parlemen dari Partai AfD nantinya akan membuat kebijakan deportasi massal untuk imigran dan pencari suaka di Saxony-Anhalt. Sejumlah media menilai kebijakan ini terinspirasi dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Sebab, sejak menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025 lalu, ia sangat anti terhadap imigran yang tinggal di negaranya.

3. Partai AfD sudah berambisi untuk memenangi pemilu regional di Saxony-Anhalt

ilustrasi kemenangan (pexels.com/Ann H)

Partai AfD sendiri memang sudah berambisi untuk memenangi pemilu regional di Saxony-Anhalt. Sebab, sebelum pemilu berlangsung, mereka sudah punya manifesto politik bertajuk Vision 2026. Manifesto tersebut berisi berbagai kebijakan yang akan dilakukan AfD jika berhasil menang pemilu. Salah satunya adalah kebijakan deportasi imigran tadi. 

Selain itu, Partai AfD juga ingin menjalin hubungan yang dekat dengan Rusia. Langkah ini dilakukan agar Rusia mau membantu upaya deportasi imigran dan pengungsi Ukraina yang tinggal di Saxony-Anhalt. Namun, dalam misinya, Partai AfD juga berkomitmen untuk memperbaiki dan memajukan layanan kesehatan dan pendidikan di negara bagian yang mereka kuasai. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article