Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prosesi Pemakaman Dimulai, Jenazah Khamenei Diarak Lintasi Teheran
Peti jenazah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya yang tewas dalam serangan Israel pada Februari lalu. (AFP/Atta Kenare)
  • Jenazah Ayatollah Ali Khamenei diarak melintasi Teheran dalam prosesi pemakaman nasional yang dijaga ketat dan dihadiri ribuan pelayat, sebelum dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli.
  • Prosesi pemakaman diwarnai seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel dari para pelayat, mencerminkan kemarahan publik atas kematian Khamenei akibat serangan udara.
  • Pemerintah Iran menunda pembicaraan diplomatik dengan Amerika Serikat hingga prosesi pemakaman selesai, sambil menjadikan acara ini simbol persatuan dan dukungan rakyat terhadap Republik Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran memulai prosesi utama pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada Senin, (6/7/2026). Jenazah Khamenei diarak melintasi ibu kota dalam rangkaian penghormatan yang berlangsung di tengah pengamanan ketat dan dihadiri ribuan pelayat.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemakaman nasional yang berlangsung selama sepekan, menyusul kematian Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarganya yang turut menjadi korban juga mendapat penghormatan dalam prosesi yang sama.

Di tengah suasana berkabung, sebagian pelayat menyerukan balas dendam kepada Amerika Serikat dan Israel. Sejumlah peserta membawa spanduk yang menyerukan pembalasan atas kematian Khamenei, termasuk yang menyinggung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, pemerintah Iran berupaya menjadikan prosesi pemakaman sebagai simbol persatuan nasional sekaligus menunjukkan dukungan publik terhadap Republik Islam setelah perang yang berlangsung selama beberapa bulan dengan Amerika Serikat dan Israel.

1. Jenazah Khamenei diarak keliling Teheran

Peti jenazah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum dimakamkan di Iran. (AFP/Atta Kanare)

Peti jenazah Khamenei yang diselimuti bendera Iran diangkut menggunakan sebuah truk bersama peti jenazah anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan udara pada awal perang. Menurut Associated Press, bagian samping kendaraan dihias menyerupai kisi-kisi ornamen yang mengelilingi makam seorang imam dalam tradisi Syiah.

Komandan Garda Revolusi Iran Jenderal Hasan Hasanzadeh mengatakan iring-iringan jenazah akan menempuh perjalanan sekitar 12 jam melintasi jalan-jalan utama Teheran menuju Bandara Internasional Mehrabad.

Setelah itu, jenazah akan diterbangkan menuju Mashhad untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza pada Kamis, 9 Juli. Sebelumnya, pemerintah Iran telah menjadwalkan prosesi penghormatan di sejumlah kota sebagai bagian dari rangkaian pemakaman nasional.

Untuk mendukung jalannya acara, pemerintah menutup sejumlah ruas jalan, membatasi aktivitas masyarakat, serta menutup sementara ruang udara di sekitar ibu kota.

2. Massa serukan balas dendam ke AS dan Israel

Pelayat berbondong-bondong memberikan penghormatan di upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/Atta Kenare)

Selain dipenuhi pelayat yang memberikan penghormatan terakhir, prosesi juga diwarnai munculnya seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah peserta terlihat membawa spanduk yang menyerukan pembalasan atas kematian Khamenei. Seruan tersebut kembali muncul di sepanjang rute iring-iringan jenazah yang melintasi Teheran.

Salah seorang pelayat, Fatima Hassan, mengatakan kehadirannya bukan hanya untuk mengantar kepergian pemimpin Iran tersebut.

“Hari ini kami berada di sini untuk pemakaman pemimpin kami. Ini adalah hari yang sangat berat. Kami tidak datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya, kami datang untuk menuntut balas. Dan kami akan membalas dendam,” ujar Fatima Hassan, dikutip dari The Guardian.

Ancaman terhadap Trump dari kelompok garis keras Iran telah lama menjadi perhatian aparat keamanan Amerika Serikat sejak operasi yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran Jenderal Qassem Soleimani pada 2020. Meski demikian, pemerintah Iran berulang kali membantah memiliki rencana untuk membunuh Trump.

3. Pembicaraan AS-Iran ditunda hingga pemakaman usai

potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Di tengah prosesi pemakaman, Amerika Serikat tetap melanjutkan upaya diplomatik dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Teheran, serta upaya mengakhiri konflik secara permanen. Namun, pembicaraan tersebut dilaporkan ditunda hingga seluruh rangkaian pemakaman Khamenei selesai digelar.

Pemerintah Iran berharap tingginya partisipasi masyarakat dalam prosesi pemakaman dapat menjadi simbol dukungan terhadap negara setelah perang yang mengguncang kawasan selama beberapa bulan terakhir.

Rangkaian penghormatan kepada Khamenei dijadwalkan berlangsung hingga 9 Juli dan berakhir dengan pemakaman di Mashhad, kota kelahirannya sekaligus lokasi salah satu situs suci terpenting bagi umat Muslim Syiah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article