Namun, dilansir Jerusalem Post, putra kedua Khamenei yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sama sekali tidak terlihat hadir di upacara pemakaman. Sebab, dirinya sudah dipastikan tidak akan menghadiri upacara pemakaman ayahnya di Ibu Kota Teheran.
Tiga Putra Khamenei Hadir di Upacara Pemakaman

- Tiga putra Ali Khamenei hadir di pemakaman di Teheran, sementara Mojtaba Khamenei absen karena alasan keamanan dan ancaman serangan dari AS serta Israel.
- Presiden AS Donald Trump menjanjikan masa tenang selama sepekan agar prosesi pemakaman Khamenei berjalan tanpa gangguan, sebelum jenazah dimakamkan di Al-Mashhad.
- Iran berencana melanjutkan negosiasi dengan AS di Doha setelah pemakaman, membahas isu Selat Hormuz, perang Israel-Lebanon, dan pencairan aset Iran yang dibekukan.
Jakarta, IDN Times - Tiga putra eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan hadir di upacara pemakamannya di Teheran, Minggu (5/7/2026). Mereka adalah Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei. Ketiganya sempat terlihat ikut mendoakan Khamenei di Masjid Agung Imam Khomeini.
1. Mojtaba terpaksa absen di pemakaman ayahnya karena alasan keamanan

Mojtaba sendiri tidak bisa menghadiri pemakaman Khamenei karena alasan keamanan. Khamenei dilarang menghadiri pemakaman sang ayah karena ia masih harus bersembunyi untuk menghindari serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel. Sebab, kedua negara tersebut berpotensi melakukan serangan jika Mojtaba muncul ke publik.
Menurut salah satu ajudan Mojtaba, Ayatollah Hakim Elahi, atasannya sebetulnya sangat ingin menghadiri pemakaman Khamenei. Bahkan, ia juga sangat ingin memimpin salat jenazah sebagai penghormatan terakhirnya kepada sang ayah. Sayangnya, alasan keamanan memaksa Mojtaba untuk mengurungkan semua niat tersebut.
“Saya berada di Iran minggu lalu dan saya mengunjungi beberapa teman saya yang bertemu dengannya (Mojtaba Khamenei). Mereka mengatakan, dia ingin keluar. Dia bahkan ingin memimpin orang-orang dalam salat karena kita harus berdoa di atas jenazah Ayatollah Ali Khamenei. Namun, pihak keamanan tidak mengizinkannya datang,” kata Elahi, seperti dilansir Iran International.
2. AS sudah berjanji tidak akan mengganggu Iran selama pemakaman Khamenei

Sebetulnya, AS sudah berjanji tidak akan mengganggu Iran selama prosesi pemakaman Khamenei berlangsung hingga pekan depan. Presiden AS, Donald Trump, juga menegaskan akan memberikan Iran “Waktu tenang” selama satu pekan hingga pemakaman Khamenei selesai. Sebab, ia menghormati proses pemakaman Khamenei yang sudah tertunda selama berbulan-bulan imbas perang.
“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari dan kita menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik,” ujar Trump dalam pidatonya di acara peringatan kemerdekaan AS yang ke-250 tahun, Jumat (3/7/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
Upacara pemakaman Khamenei sendiri akan digelar hingga Kamis (9/7/2026) pekan depan. Setelah itu, Khamenei akan segera dikuburkan di kota kelahirannya, Al-Mashhad. Namun, sebelum itu, jenazahnya akan dibawa ke tiga kota suci yang ada di Irak terlebih dahulu, yakni Kota Qom, Najaf, dan Karbala.
3. Iran akan melanjutkan negosiasi dengan AS usai pemakaman Khamenei

Setelah upacara pemakaman Khamenei rampung, Iran dikabarkan bakal melanjutkan negosiasi dengan AS di Doha, Qatar. Ini merupakan lanjutan dari negosiasi terakhir kedua negara yang dihelat pada 1 Juni lalu.
“Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar dikutip Iran International.
Negosiasi lanjutan antara Iran dan AS dikabarkan akan membahas sejumlah hal. Beberapa di antaranya, seperti hak bebas layar di Selat Hormuz, penghentian perang Israel dan Lebanon, serta pencairan aset Iran yang sudah lama dibekukan oleh Negeri Paman Sam.


















