Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Qatar membantah tuduhan campur tangan atau pendanaan untuk memengaruhi hasil pemilu parlemen Israel pada Kamis (29/10/2026). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menilai sejumlah politisi dan media Israel sengaja menyeret Doha ke dalam perselisihan politik domestik mereka. Tudingan ini mencuat setelah pemungutan suara pada Selasa tidak menghasilkan pemenang mayoritas di parlemen Israel (Knesset).
Partai Likud pimpinan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersama media afiliasinya menuduh Qatar mengalirkan dana kepada partai-partai Arab di Israel tanpa bukti. Dana tersebut diklaim untuk membiayai penggalangan suara pemilih Arab pada hari pemungutan suara. Tuduhan ini menyusul keberhasilan aliansi partai Palestina-Arab meraih rekor 19 kursi dari total 120 kursi Knesset.
