Oposisi Tuduh Netanyahu Berupaya Mendelegitimasi Hasil Pemilu Israel

- Pemimpin oposisi Gadi Eisenkot menuduh Benjamin Netanyahu dan Likud berupaya mendelegitimasi hasil pemilu setelah gagal meraih mayoritas Knesset, serta berjanji mencegah penundaan pelantikan parlemen.
- Shin Bet menyelidiki dugaan dana asing, yang kemungkinan melibatkan Qatar dan Turki, untuk memengaruhi partisipasi pemilih Arab-Israel; pejabat pemilu menilai dugaan itu tidak cukup luas mengubah hasil.
- Presiden Isaac Herzog meminta penyelidikan tuntas tanpa merusak legitimasi pemilu; Yair Lapid menyatakan pelantikan Knesset dapat berjalan, sementara Qatar dan Partai Ra'am membantah keterlibatan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Partai Yashar sekaligus pemimpin blok oposisi Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, menuduh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu melancarkan kampanye terorganisasi untuk membatalkan legitimasi hasil pemilu Parlemen Israel (Knesset) pada Selasa (27/10/2026). Eisenkot berjanji bahwa ia tidak akan membiarkan pelantikan anggota Knesset baru ditunda.
"Saya tidak akan membiarkan pelantikan Knesset ditunda bahkan satu sentimeter pun dari tanggal yang dijadwalkan," ujar Eisenkot.
1. Eisenkot tuding Netanyahu tak terima hasil pemilu

Ketua Partai Yashar Letnan Jenderal Gadi Eisenkot (commons.wikimedia.org/Yahav Trudler - Yahav Studio) Dilansir The Jerusalem Post, Eisenkot pada Kamis (29/10/2026) menuding Netanyahu dan Partai Likud telah menyiapkan pernyataan serta taklimat untuk mendelegitimasi hasil pemilu lantaran mereka kalah dan tidak memperoleh mayoritas di Knesset.
Ia juga berjanji mencegah Netanyahu menggunakan pemerintahan untuk kepentingan pribadinya. Eisenkot menegaskan timnya tengah mempersiapkan pemungutan suara saat Knesset baru mulai bersidang.
2. Shin Bet selidiki dugaan campur tangan asing

Direktur Shin Bet Mayor Jenderal David Zini (commons.wikimedia.org/IDF Spokesperson's Unit) Badan Keamanan Israel (Shin Bet) menyelidiki dugaan aliran dana dari pihak asing, yang kemungkinan melibatkan Qatar dan Turki, untuk memengaruhi partisipasi pemilih di komunitas Arab-Israel. Penyelidikan tersebut mengikuti arahan Ketua Komite Pemilihan Pusat, Hakim Agung Noam Sohlberg, untuk memeriksa dugaan pendanaan asing dan politik uang dalam pemilu.
Direktur Shin Bet Mayor Jenderal David Zini diperkirakan akan menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada sebagian besar pemimpin partai politik Israel. Penyelidikan itu diperkirakan rampung dalam beberapa hari mendatang dan hasilnya akan diserahkan kepada Sohlberg.
KAN News melaporkan, dengan mengutip seorang pejabat senior Komite Pemilihan Pusat, bahwa sekalipun seluruh dugaan campur tangan asing terbukti benar adanya, aktivitas tersebut dinilai tidak cukup luas untuk mengubah hasil pemilu.
3. Presiden Israel serukan penyelidikan tuntas

Presiden Israel Isaac Herzog (x.com/Isaac_Herzog) Presiden Israel Isaac Herzog menyerukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan campur tangan asing pada Kamis. Ia menegaskan bahwa integritas pemilu merupakan nilai demokrasi yang utama dan pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum. Akan tetapi, Herzog juga memperingatkan agar dugaan tersebut tidak digunakan untuk merusak legitimasi proses pemilu atau mencoreng seluruh kelompok masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya.
Pada hari yang sama, mantan PM Israel Yair Lapid mengatakan hasil pemilu tidak terancam dan tidak ada hambatan untuk melantik anggota Knesset baru. Pernyataan itu disampaikan setelah ia bertemu dengan Zini di Markas Besar Shin Bet.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, membantah tuduhan bahwa negaranya mencampuri pemilu Israel atau mendanai kegiatan untuk memengaruhi hasilnya. Ketua Partai Ra'am, Mansour Abbas, juga membantah keterlibatan partainya dalam dugaan skema campur tangan melalui Qatar, tetapi mendukung penyelidikan atas dugaan pendanaan asing.






















