Polisi Serbia Tembak Seorang Remaja yang Serang Kedubes Israel

- Polisi Serbia menembak mati remaja bersenjata dua pisau yang menyerang petugas gendarmerie di luar Kedutaan Besar Israel di Beograd; petugas mengalami luka ringan di wajah.
- Otoritas Serbia mengklasifikasikan insiden sebagai terorisme, menyelidiki motifnya, dan menduga pelaku dari Sabac tersebut merupakan simpatisan ISIS setelah meneriakkan “Allahu Akbar”.
- Pemerintah Serbia menaikkan status ancaman teror ke level merah, sementara Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi tidak ada staf diplomatiknya yang terluka dalam serangan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Serbia, Ivica Dacic mengatakan bahwa polisi terpaksa menembak mati pelaku serangan di Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Israel pada Rabu (28/10/2026). Polisi sudah mengklasifikasikan insiden serangan ini sebagai aksi terorisme.
Pelaku serangan diketahui seorang remaja yang masih di bawah umur dan dipersenjatai dengan dua belah pisau. Pemuda itu disebut sudah menyerang salah satu personel gendarmerie Serbia yang berjaga di luar Kedubes Israel.
1. Serbia menduga pelaku terafiliasi dengan ISIS

ilustrasi bendera Serbia (unsplash.com/thestefankostic) Dacic mengatakan bahwa anak di bawah umur itu berasal dari Sabac, sekitar 85 km bagian barat Beograd. Menurut keterangannya, pelaku sudah meneriakkan “Allahu Akbar” sebelum menyerang personel polisi dengan dua pisau.
Sementara itu, Dacic menjelaskan bahwa polisi terpaksa menembak pelaku sebagai bagian dari pertahanan diri. Namun, salah seorang petugas polisi diketahui hanya mengalami luka robek ringan di bagian wajah.
Dilansir EFE, otoritas Serbia masih melanjutkan investigasi untuk mengetahui secara detail motif di balik insiden semalam. Namun, otoritas setempat menduga pelaku merupakan simpatisan kelompok teroris ISIS.
2. Serbia tetapkan siaga maksimum usai insiden terorisme

suasana Beograd, Serbia dari atas (unsplash.com/centosfotos) Menyusul serangan ini, Dacic menambahkan pemerintah sudah menaikkan siaga ancaman terorisme ke tingkat maksimum atau level merah. Langkah ini untuk mencegah kemungkinan serangan terorisme selanjutnya di Serbia, dilansir dari Balkan Insight.
Sebelumnya, insiden serupa sudah pernah terjadi pada Juni 2024 di sekitar Kantor Kedubes Israel di Beograd. Saat itu, seorang warga lokal berusia 25 tahun menembak polisi dengan busur silang. Pelaku diketahui baru pindah agama serta terpapar radikalisme ISIS.
3. Israel mengonfirmasi serangan di Kantor Kedubes di Beograd

ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy) Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi upaya serangan teroris di Kantor Kedubes Israel di Beograd. Pihaknya memastikan bahwa tidak ada satu pun staf perwakilan diplomatik Israel yang terluka.
“Kami mengonfirmasi serangan teroris di dekat Kantor Kedutaan Besar Israel di Serbia. Pelaku serangan sudah dinetralisir oleh polisi setempat. Motif insiden serangan ini masih diselidiki oleh otoritas Serbia,” terangnya, dikutip dari N1.





















