Finlandia Catat Rekor Kematian Terkait Narkoba Tertinggi pada 2025

- Finlandia mencatat rekor 333 kematian terkait narkoba pada 2025, naik 35 persen dari tahun sebelumnya, dengan peningkatan terjadi di seluruh kelompok usia dan jenis kelamin.
- Korban usia 15–24 tahun naik 60 persen menjadi 64 orang, sementara kematian perempuan melonjak menjadi 94 kasus; kelompok usia 25–34 tahun mencatat 85 kematian.
- Mayoritas kasus melibatkan kombinasi zat, dengan buprenorfin paling sering teridentifikasi; hampir satu dari 10 kematian merupakan bunuh diri, dan Helsinki mencatat 58 kasus.
Jakarta, IDN Times - Finlandia mencatat sebanyak 333 kematian terkait narkoba sepanjang 2025. Jumlah tersebut merupakan angka total tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut dan menunjukkan kenaikan sebesar 35 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Keterangan ini disampaikan oleh Statistics Finland pada Kamis (29/10/2026).
Data dari Statistics Finland memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah kematian terkait narkoba ini terjadi di seluruh kelompok usia dan jenis kelamin. Kenaikan tersebut secara khusus terlihat pada kalangan orang yang lebih muda dan kelompok perempuan.
1. Peningkatan kasus pada kelompok usia muda dan perempuan

ilustrasi pecandu narkoba (pexels.com/Towfiqu barbhuiya) Sebanyak 64 orang berusia 15 hingga 24 tahun dilaporkan meninggal dunia, atau mengalami peningkatan sebesar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lembaga tersebut menyatakan bahwa narkoba menyumbang satu dari setiap lima kematian pada orang-orang di kelompok usia tersebut.
Jumlah kematian terkait narkoba tertinggi terjadi pada kalangan usia 25 hingga 34 tahun dengan catatan 85 korban jiwa, yakni bertambah 12 korban dari tahun 2024. Sementara itu, kematian di kalangan perempuan mencapai rekor sebanyak 94 kasus dibandingkan dengan 50 kasus pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, laki-laki masih menyumbang sebagian besar dari total kematian yang tercatat.
2. Keterlibatan kombinasi zat dan penyalahgunaan buprenorfin

ilustrasi narkoba (pexels.com/Anna Shvets) Sebagian besar kematian terkait narkoba melibatkan kombinasi beberapa zat. Alkohol dan obat-obatan, termasuk obat psikiatri, sering kali terlibat bersamaan dengan obat yang diidentifikasi sebagai penyumbang utama kematian.
Buprenorfin (buprenorphine) tetap menjadi zat paling umum yang teridentifikasi dalam kasus keracunan narkoba fatal yang tidak disengaja dan pada kasus yang niatnya tidak jelas. Zat ini merupakan obat opioid yang digunakan untuk mengobati ketergantungan opioid, tetapi juga umum disalahgunakan. Dilansir Anadolu Agency, lembaga tersebut menambahkan bahwa obat desainer (designer drugs) dalam kategori opioid sintetis juga menjadi semakin umum.
3. Catatan kasus bunuh diri dan sebaran kematian di berbagai wilayah

Helsinki, FInlandia (unsplash.com/Alexandr Bormotin) Data dari lembaga tersebut mencatat bahwa hampir satu dari 10 kematian terkait narkoba merupakan tindakan bunuh diri. Angka kematian ini tercatat tersebar di berbagai wilayah.
Wilayah Helsinki mencatat jumlah kematian tertinggi sebanyak 58 kasus. Finlandia Barat Daya dengan 28 kasus, serta Ostrobothnia Utara dengan 25 kasus.
Secara relatif terhadap jumlah populasi, tingkat mortalitas tertinggi berada di wilayah Paijat-Hame. Wilayah tersebut mencatatkan angka kematian mencapai 9,8 kematian per 100 ribu orang.




















