Jakarta, IDN Times - Ribuan orang kembali menghadiri unjuk rasa di ibu kota Spanyol, Madrid, untuk memprotes penanganan pemerintah terhadap gelombang kedatangan migran di wilayah Ceuta. Mereka menilai pemerintah gagal menjaga keamanan perbatasan negara dan mendesak digelarnya pemilihan umum lebih awal.
Unjuk rasa pada Sabtu (26/9/2026) yang bertajuk March for Dignity ini diselenggarakan oleh kelompok masyarakat sipil sayap kanan, Sociedad Civil Espanola, serta didukung oleh Partai Rakyat (PP) yang berhaluan konservatif dan partai sayap kanan Vox. Pemerintah menyebut sebanyak 20 ribu orang menghadiri aksi tersebut, sementara penyelenggara mengklaim jumlah peserta mencapai 180 ribu orang.
“Ceuta bukan untuk dijual, Ceuta harus dipertahankan," demikian teriak para demonstran saat berjalan menyusuri Madrid sambil mengibarkan bendera Spanyol .
