Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Gelar Latihan Rudal di Dekat Kepulauan Kuril yang Diklaim Jepang
kapal perang Rusia, RFS Admiral Panteleyev (Mass Communication Specialist 3rd Class Sean Furey, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Armada Pasifik Rusia menggelar latihan rudal di dekat Kuril Selatan, menyimulasikan serangan armada musuh dan menghantam seluruh target berjarak lebih dari 300 kilometer.
  • Latihan melibatkan Varyag, kapal selam nuklir Omsk, sistem Bastion, sekitar 60 kapal, 30 pesawat serta helikopter, dan lebih dari 13 ribu personel hingga 29 Agustus.
  • Jepang melayangkan protes karena menganggap penguatan militer Rusia di pulau sengketa tak dapat diterima, setelah kunjungan Vladimir Putin ke Iturup sepekan sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Armada Pasifik Rusia menggelar latihan penembakan rudal di dekat Kepulauan Kuril Selatan yang menjadi wilayah sengketa dengan Jepang pada Kamis (20/8/2026). Latihan tempur tersebut menyimulasikan serangan terhadap armada kapal perang musuh di kawasan perairan Pasifik.

Dalam uji coba ini, militer Rusia dilaporkan berhasil menghantam seluruh target sasaran yang berjarak lebih dari 300 kilometer. Manuver militer tersebut langsung memicu ketegangan diplomatik baru dan protes dari pemerintah Jepang.

1. Rusia kerahkan kapal selam nuklir dan sistem rudal Bastion

peluncur rudal Rusia (Mil.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Latihan militer ini melibatkan kombinasi persenjataan laut dan darat milik Armada Pasifik Rusia. Kapal penjelajah berpeluru kendali Varyag dilaporkan meluncurkan dua rudal antikapal Vulkan ke arah target simulasi di laut lepas.

Pada saat yang sama, kapal selam bertenaga nuklir Omsk melepaskan rentetan rudal jelajah Granit dari bawah permukaan air. Sementara itu, sistem pertahanan pesisir Bastion yang ditempatkan di Pulau Iturup menembakkan rudal antikapal Oniks ke sasaran laut.

Pesawat militer turut dikerahkan untuk memberikan data penunjukan sasaran kepada pos komando. Pihak militer Rusia juga telah menutup wilayah perairan dan ruang udara tersebut dari aktivitas pelayaran maupun penerbangan sipil sebelum peluncuran dilakukan.

Latihan tempur yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (29/8/2026) ini melibatkan sekitar 60 kapal perang, kapal selam, dan armada pendukung. Selain itu, Rusia mengerahkan sekitar 30 pesawat tempur serta helikopter dan lebih dari 13 ribu personel militer ke perairan Timur Jauh tersebut.

2. Pemerintah Jepang kecam latihan militer Rusia

PM Jepang Sanae Takaichi (内閣広報室|Cabinet Public Affairs Office, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pemerintah Jepang mengecam pelaksanaan latihan militer dan penambahan kekuatan tempur Rusia di wilayah kepulauan tersebut. Kementerian Luar Negeri Jepang telah melayangkan nota protes kepada otoritas Rusia setelah menerima pemberitahuan rencana terkait uji coba rudal.

"Kami tidak dapat menoleransi langkah penguatan kekuatan militer di empat pulau utara karena bertentangan dengan sikap negara kami," ujar Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi saat berkunjung ke Oman, dilansir The Guardian.

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyatakan kunjungan pejabat dan aktivitas Rusia di pulau tersebut membuat pemulihan hubungan kedua negara semakin sulit. Pemerintah Jepang kini mempertimbangkan penjatuhan sanksi tambahan kepada Moskow sebagai balasan.

3. Putin baru berkunjung ke Kepulauan Kuril

Presiden Rusia, Vladimir Putin (Duma.gov.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Latihan rudal ini dilaksanakan hanya sepekan setelah kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Iturup pada Kamis (13/8/2026). Lawatan tersebut merupakan kunjungan pertama seorang presiden Rusia yang sedang menjabat ke wilayah sengketa dan langsung menyulut ketegangan diplomatik.

"Kawasan ini sayangnya menjadi semakin rentan terhadap konflik, dengan NATO yang berupaya mendapatkan pijakan di sini dan munculnya blok militer serta politik baru," kata Putin di atas kapal penjelajah Varyag, dilansir NHK.

Sengketa atas empat pulau yang mencakup Iturup, Kunashir, Shikotan, dan Kepulauan Habomai berakar sejak berakhirnya Perang Dunia II pada 1945. Uni Soviet menduduki kepulauan tersebut tak lama setelah Jepang menyerah, sehingga kedua negara belum pernah menandatangani perjanjian damai resmi hingga saat ini.

Hubungan kedua negara semakin memburuk sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Jepang bergabung dengan negara-negara G7 untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow dan memberikan bantuan ke Kiev.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article