Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Akui Tentaranya Tembaki Mobil yang Ditumpangi Anak 5 Tahun

Israel Akui Tentaranya Tembaki Mobil yang Ditumpangi Anak 5 Tahun
peserta unjuk rasa solidaritas untuk Palestina memegang papan bertuliskan "Hind" (Lua Eva Blue, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Militer Israel mengakui pasukannya menembaki mobil Hind Rajab, 5 tahun, di Gaza pada 2024, lalu membuka penyelidikan pidana atas tewasnya Hind, keluarganya, dan dua paramedis.
  • Hind sempat meminta pertolongan melalui telepon sebelum ambulans Bulan Sabit Merah Palestina yang dikerahkan turut ditembaki; jenazah korban ditemukan 12 hari kemudian.
  • Keluarga Hind menuntut penyelidikan internasional independen, sementara militer Israel juga menyelidiki tewasnya 15 paramedis Palestina dalam penembakan kendaraan darurat di Rafah pada Maret 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Militer Israel untuk pertama kalinya mengakui bahwa pasukannya menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 5 tahun yang tewas bersama enam anggota keluarganya di Kota Gaza pada 2024.

Hind awalnya selamat dari serangan tersebut dan sempat berbicara dengan tim Bulan Sabit Merah Palestina melalui telepon untuk memohon pertolongan. Percakapan telepon tersebut berlangsung selama beberapa jam.

Sebuah ambulans yang dikerahkan untuk menjemputnya juga menjadi sasaran penembakan hingga mengakibatkan dua tenaga medis tewas. Dua belas hari kemudian, jenazah Hind dan anggota keluarganya ditemukan di lokasi kejadian, bersama dengan jenazah kedua tenaga medis tersebut. Kasus ini kemudian memicu kemarahan komunitas internasional.

  1. 1. Militer Israel buka penyelidikan terkait tewasnya Hind beserta keluarganya dan paramedis

    tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza
    tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza (IDF Spokesperson's Unit)

    Dalam pernyataan pada Rabu (19/8/2026), militer Israel mengatakan akan membuka penyelidikan pidana terkait tewasnya Hind beserta keluarganya dan para tenaga medis.

    "Karena dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan kriminal atas insiden tersebut oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer," demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip BBC.

    Militer Israel menambahkan bahwa menurut hasil pemeriksaan, pasukannya menembaki sebuah kendaraan yang bergerak bertentangan dengan pemberitahuan sebelumnya yang telah dikeluarkan kepada warga di wilayah tersebut.

    Sebelumnya, militer Israel sempat membantah bahwa pasukannya berada di dekat lokasi kejadian saat Hind tewas. Namun, penyelidikan independen yang menggunakan bukti visual dan audio menunjukkan bahwa militer Israel berada di area tersebut.

  2. 2. Pihak keluarga serukan penyelidikan internasional yang independen

    kehancuran di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel
    kehancuran di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Dilansir Anadolu, nenek Hind mengatakan bahwa keluarganya tidak memercayai penyelidikan maupun lembaga peradilan Israel. Mereka meyakini bahwa mobil yang ditumpangi Hind, pamannya, bibinya dan anak-anak mereka sengaja menjadi sasaran tentara Israel.

    Sang nenek pun menyerukan penyelidikan internasional yang independen atas pembunuhan Hind beserta enam anggota keluarganya dan dua paramedis Bulan Sabit Merah Palestina yang berusaha menyelamatkannya.

    "Kami tidak hanya menuntut keadilan atas nama Hind sebagai seorang anak dari Gaza, tetapi juga atas nama seluruh anak-anak kami yang gugur sebagai syuhada di Gaza," ujarnya.

    Yayasan Hind Rajab, organisasi yang berupaya menangani dugaan pelanggaran oleh Israel di Gaza, juga meragukan kredibilitas penyelidikan Israel tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa penyelidikan itu tidak dapat dianggap sebagai langkah nyata menuju keadilan sekalipun benar-benar dilaksanakan.

  3. 3. Militer Israel juga selidiki tewasnya 15 paramedis Palestina pada Maret 2025

    serangan Israel di Jalur Gaza
    serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Selain kasus Hind, militer Israel juga menyatakan akan menyelidiki tewasnya 15 paramedis Palestina. Mereka terbunuh setelah tentara Israel menembaki ambulans, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan berlogo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan Tal al-Sultan, Rafah, Gaza selatan, saat menjalankan tugas darurat pada 23 Maret 2025.

    Jenazah mereka ditemukan terkubur di kuburan dangkal sepekan kemudian, tepat di samping kendaraan-kendaraan yang hancur. Militer Israel awalnya mengklaim bahwa pasukannya menembaki kendaraan mencurigakan yang melaju tanpa menyalakan lampu depan dan lampu darurat. Namun, mereka kemudian meralat keterangan tersebut setelah sebuah video yang ditemukan di ponsel salah satu korban tewas memperlihatkan bahwa iring-iringan kendaraan tersebut menyalakan lampu darurat.

    “Setelah meninjau hasil pemeriksaan dan menemukan bahwa penembakan yang dilakukan dalam insiden tersebut menimbulkan dugaan yang beralasan adanya pelanggaran hukum pidana, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan kriminal atas insiden tersebut," kata militer Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More