Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB Ungkap Gempa Susulan M 5,7 Rusak Jalan dan Jembatan di NTT

BNPB Ungkap Gempa Susulan M 5,7 Rusak Jalan dan Jembatan di NTT
Suasana jalan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rusak akibat gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,7. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
  • Gempa susulan magnitudo 5,7 pada 20 Agustus 2026 merusak ruas jalan Wae Gongger dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.
  • Kementerian PU memperbaiki infrastruktur terdampak; sembilan ruas jalan, 64 titik longsoran, lima titik patahan, serta sembilan jembatan dan duiker telah dapat difungsikan.
  • Korban meninggal akibat gempa di NTT bertambah menjadi 83 jiwa per 21 Agustus 2026, sementara jumlah korban luka mencapai 986 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, gempa susulan pada Kamis, 20 Agustus 2026 berkekuatan magnitudo 5,7 menyebabkan jalan dan jembatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan. Ruas jalan yang rusak berlokasi di Wae Gongger dan jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur terlihat rusak berat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun langsung turun tangan untuk memperbaiki.

"Gempa susulan pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB menyebabkan kerusakan pada ruas jalan di Wae Gongger dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur. Kementerian PU langsung merespons cepat perbaikan terhadap infrastruktur terdampak untuk memulihkan akses menuju ke area terdampak," Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pers virtual pada Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, sembilan ruas jalan yang terdampak gempa susulan sudah kembali berfungsi. 64 titik longsoran, kata Berton, sudah berfungsi.

"Lima titik patahan, seluruhnya sudah fungsional. Sembilan titik jembatan dan duiker masih dapat difungsionalkan. Sebanyak tujuh eskavator dan empat loader terus dimobilisasi untuk mempercepat penanganan," tutur dia.

Ia menjelaskan, akses utama yang menghubungkan Ende ke Nagekeo yang semula sempat terganggu pada Kamis kemarin, seluruh badan jalan sudah berfungsi. Namun pembersihan sisa material masih terlihat di lereng tebing.

Di sisi lain, jumlah warga NTT yang meninggal akibat gempa terus bertambah. Pada hari ini, jumlah korban yang meninggal bertambah menjadi 83 jiwa. Artinya ada penambahan delapan jiwa yang meninggal dibandingkan Kamis, 20 Agustus 2026.

"Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa. Semula yang kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah delapan jiwa. Dengan rincian yang meninggal adalah mereka yang terkena dampak tidak langsung gempa," tutur dia.

Lokasi sebaran korban jiwa yang meninggal, yaitu di Kabupaten Manggarai Timur terdapat dua jiwa, tiga jiwa di Kabupaten Nagekeo, dan satu jiwa di Kabupaten Ngada. Sedangkan, jumlah korban luka mencapai 986 jiwa. Angka korban luka ini bertambah 79 orang.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More