Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi serangan (unsplash.com/Vony Razom)
  • Serangan Rusia menghantam sekolah di desa Zaporizhzhia yang menjadi lokasi distribusi bantuan kemanusiaan, menewaskan 26 orang, termasuk seorang polisi dan dua petugas penyelamat.

  • Serangan terjadi beberapa jam setelah gencatan senjata lokal di Kherson berakhir; Zelenskyy menyebut serangan susulan sembilan bom menargetkan tempat perlindungan warga.

  • Rusia dan Ukraina dijadwalkan melanjutkan negosiasi damai di Abu Dhabi pekan depan dengan mediasi Amerika Serikat, setelah perundingan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rusia dikabarkan menyerang sekolah yang berada di sebuah desa di Negara Bagian Zaporizhzhia. Gubernur Zaporizhzhia, Mykhailo Semikin, pada Senin (2/11/2026) menjelaskan, serangan itu menewaskan 26 orang. Dalam sebuah foto yang beredar di media, petugas penyelamat terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk mengevakuasi para korban usai serangan itu terjadi. 

Semikin menjelaskan, sekolah yang diserang Rusia tadi berfungsi sebagai tempat pengumpulan bantuan kemanusiaan dari pihak asing. Saat serangan terjadi, sejumlah warga Ukraina sedang berkumpul di sana untuk mengambil bantuan. Namun, serangan terjadi secara tiba-tiba sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan diri. Semikin menambahkan bahwa korban tewas juga termasuk 1 polisi dan 2 petugas penyelamat yang sedang bertugas di lokasi serangan.

1. Serangan terjadi beberapa jam usai gencatan senjata

ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Efe Ersoy)

Serangan ini terjadi beberapa usai gencatan senjata lokal di Negara Bagian Kherson yang disepakati Rusia dan Ukraina pada 27 Oktober lalu. Gencatan senjata ini berakhir pada Minggu (1/11/2026). Itu merupakan gencatan senjata terpanjang yang disepakati kedua negara di negara bagian tersebut. 

Sayangnya, beberapa jam usai gencatan senjata itu berakhir, pasukan militer Rusia langsung meluncurkan serangan ke Kherson dan Zaporizhzhia. Semikin mengatakan, serangan ini akan menghambat upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina sehingga perang akan makin berlarut-larut.

2. Zelenskyy mengecam serangan Rusia terhadap sekolah di Zaporizhzhia

potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (commons.wikimedia.org/The Presidential Office of Ukraine)

Serangan terbaru Rusia ke sekolah di Zaporizhzhia tadi langsung direspons oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Dalam pernyataannya, ia mengecam serangan tersebut. Ia juga menyebut serangan itu “Benar-benar mengerikan”. Sebab, ada banyak warga sipil Ukraina yang membutuhkan bantuan di sana, tetapi malah tewas diserang pasukan Moskow.

"Orang-orang sedang menerima bantuan kemanusiaan di sana. Setelah serangan bom udara pertama, terjadi serangan susulan dengan sembilan bom lagi yang secara khusus menargetkan tempat perlindungan di mana orang-orang berlindung," kata Zelenskyy di media sosial, seperti dilansir SBS News.

3. Rusia dan Ukraina akan melanjutkan negosiasi damai

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Untuk mengakhiri perang, Rusia dan Ukraina akan melanjutkan negosiasi damai di Abu Dhabi, Uni Arab Emirat, pada pekan depan. Sama seperti sebelumnya, negosiasi tersebut juga akan difasilitasi oleh Amerika Serikat (AS) yang berperan sebagai mediator. Namun, hingga saat ini, Washington belum menyampaikan waktu pasti kapan negosiasi antara Moskow dan Kyiv akan berlangsung.

Negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina sendiri sudah tertunda cukup lama. Sebab, kedua negara terakhir kali melakukan negosiasi di Jenewa, Swiss, pada Februari lalu. Namun, sama seperti negosiasi sebelumnya yang digelar di Abu Dhabi pada Januari, negosiasi di Jenewa juga gagal menghasilkan kesepakatan damai antara Moskow dan Kyiv.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article