Jakarta, IDN Times - Otoritas Rusia menetapkan pendiri Telegram, Pavel Durov, sebagai tersangka atas dugaan memfasilitasi aktivitas terorisme pada Rabu (29/7/2026). Bersamaan dengan penetapan tersebut, pemerintah menerbitkan surat perintah penangkapan internasional terhadap pengusaha berusia 41 tahun itu.
Langkah ini membuka babak baru dalam perselisihan antara pemerintah Rusia dan Telegram terkait pengawasan ruang digital. Pihak Telegram dan Durov pun menyampaikan tanggapan atas tuduhan dari Moskow tersebut.
