potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
Hizbullah sendiri sudah menjalin hubungan dekat dengan Iran sejak 1982. Relasi harmonis ini terbentuk karena Iran ketika itu membantu Hizbullah untuk memerangi Israel yang melakukan agresi militer terhadap Lebanon. Sejak saat itu, hubungan antara Hizbullah dan Iran bertahan hingga saat ini.
Sebagai informasi, Iran memang menjalin hubungan dekat dengan berbagai milisi di Timur Tengah. Selain Hizbullah, mereka juga menjalin hubungan dekat dengan milisi asal Yaman, Houthi, dan milisi asal Palestina, Hamas.
Namun, hubungan Iran dengan milisi-milisi tersebut menuai kecaman banyak pihak, termasuk AS. Sebab, milisi-milisi di Timur Tengah rata-rata sudah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris. Ini karena mereka kerap melakukan pemberontakan terhadap pemerintah di tempat mereka berada. Salah satu contohnya seperti Houthi di Yaman. Milisi itu sudah melakukan pemberontakan terhadap Pemerintah Yaman sejak 2014. Pemberontakan ini akhirnya memicu perang saudara yang hingga kini belum usai.