Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sanksi Baru AS Tak Bikin Hizbullah Gentar Perangi Israel
potret logo Hizbullah (commons.wikimedia.org/Khaerr)
  • Hizbullah menyatakan sanksi baru AS tidak akan menghentikan perlawanan terhadap Israel maupun perjuangan membela tanah, kedaulatan, dan sumber daya Lebanon.
  • AS menjatuhkan sanksi kepada jaringan pendanaan Hizbullah dan 10 individu, dengan alasan afiliasi kelompok itu dengan Iran serta integrasi operasional, keuangan, dan logistik dengan IRGC-QF.
  • Hizbullah menegaskan tetap dekat dengan Iran, sekutu sejak 1982 yang mendukung mereka saat menghadapi agresi militer Israel di Lebanon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hizbullah mengatakan sanksi baru yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS) tidak akan membuat mereka gentar dan berhenti berperang melawan Israel. Pernyataan itu disampaikan Hizbullah pada Jumat (21/8/2026) kemarin. 

“Semua sanksi dan klasifikasi yang tidak adil dari AS tidak akan menghalangi kami untuk tetap berpegang pada jalan perlawanan dan hak Lebanon serta rakyat Lebanon untuk membela tanah, kedaulatan, dan sumber daya mereka,” bunyi pernyataan resmi Hizbullah dilansir Times of Israel

1. AS memberikan sanksi ke jaringan pendanaan Hizbullah karena berafiliasi dengan Iran

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Drew Anderson)

Sebelum ini, AS memberikan sanksi terbaru terhadap semua jaringan pendanaan Hizbullah pada Kamis (20/8/2026). Berdasarkan keterangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS, sanksi ini diberikan karena Hizbullah berafiliasi dengan Pemerintah Iran. 

Selain itu, sanksi juga diberikan kepada 10 orang yang ketahuan membantu Hizbullah mendapatkan pendanaan pihak eksternal. Semua sanksi ini diberikan agar Hizbullah tidak bisa mendapatkan pendanaan sehingga mereka tidak bisa melakukan perlawanan terhadap Israel. 

“Tindakan ini didasarkan pada penetapan AS selama bertahun-tahun yang telah berulang kali mendokumentasikan integrasi operasional, keuangan, dan logistik antara Hizbullah dan IRGC-QF,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri AS yang ikut menanggapi penetapan sanksi baru ke jaringan pendanaan Hizbullah dilansir Al Jazeera

2. Hizbullah akan tetap menjalin hubungan dekat dengan Iran

potret Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (flickr.com/Sebastian Baryli via commons.wikimedia.org/Sebastian Baryli)

Hizbullah menambahkan, sanksi yang diberikan AS tidak akan membuat mereka menjauhi Iran. Sebab, Iran sudah menjadi sekutu mereka sejak lama. Hizbullah menegaskan akan tetap menjalin hubungan baik dan kerja sama dengan Iran meski banyak pihak yang menentang atau tidak suka, termasuk AS.

“Hubungan dekat dan persaudaraan kami dengan Republik Islam Iran adalah hubungan yang kami hargai dan banggakan,” tambah Hizbullah.

3. Hizbullah sudah menjalin hubungan dengan Iran sejak 1982

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Hizbullah sendiri sudah menjalin hubungan dekat dengan Iran sejak 1982. Relasi harmonis ini terbentuk karena Iran ketika itu membantu Hizbullah untuk memerangi Israel yang melakukan agresi militer terhadap Lebanon. Sejak saat itu, hubungan antara Hizbullah dan Iran bertahan hingga saat ini. 

Sebagai informasi, Iran memang menjalin hubungan dekat dengan berbagai milisi di Timur Tengah. Selain Hizbullah, mereka juga menjalin hubungan dekat dengan milisi asal Yaman, Houthi, dan milisi asal Palestina, Hamas. 

Namun, hubungan Iran dengan milisi-milisi tersebut menuai kecaman banyak pihak, termasuk AS. Sebab, milisi-milisi di Timur Tengah rata-rata sudah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris. Ini karena mereka kerap melakukan pemberontakan terhadap pemerintah di tempat mereka berada. Salah satu contohnya seperti Houthi di Yaman. Milisi itu sudah melakukan pemberontakan terhadap Pemerintah Yaman sejak 2014. Pemberontakan ini akhirnya memicu perang saudara yang hingga kini belum usai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article