Manila, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai perkembangan di Myanmar sejak krisis politik pada 2021 tidak sepenuhnya berjalan di tempat. Menurutnya, berbagai upaya diplomatik ASEAN terus berkembang, termasuk meningkatnya intensitas pertemuan dan keterlibatan dengan Myanmar.
Kao mengatakan ASEAN dalam beberapa bulan terakhir semakin sering membahas situasi Myanmar di berbagai forum, mulai dari pertemuan para pemimpin hingga pertemuan informal yang melibatkan Myanmar.
Meski demikian, ia menegaskan Five-Point Consensus (5PC) tetap menjadi acuan utama ASEAN dalam menangani krisis politik di negara tersebut.
Menurut Kao, tujuan utama ASEAN bukan hanya mendorong penyelesaian konflik politik di Myanmar, tetapi juga membantu negara itu kembali berintegrasi secara penuh dalam ASEAN.
