Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 19 Orang dalam 24 Jam Terakhir
Operasi darat IDF di Lebanon selama perang Israel-Hamas, November 2024. (IDF Spokesperson's Unit, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Serangan Israel di Lebanon dalam 24 jam hingga 7 September 2026 menewaskan 19 orang dan melukai 24 lainnya, termasuk anak-anak, perempuan, serta petugas medis.
  • Di Kfar Rumman, dua serangan udara menewaskan 12 orang; satu menghantam gedung hunian, sementara lainnya mengenai mobil petugas medis. Warga dan wali kota mengecam serangan tersebut.
  • Israel menyatakan serangan membalas drone Hizbullah, sementara kesepakatan gencatan senjata mandek. Total korban tewas di Lebanon sejak Oktober 2023 mencapai 8.948 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi sedikitnya 19 orang tewas dan 24 orang lainnya terluka akibat rangkaian serangan militer Israel dalam rentang 24 jam terakhir hingga Senin (7/9/2026). Serangan udara tersebut terus menghantam berbagai titik di Lebanon selatan meski kesepakatan gencatan senjata telah dicapai lebih dari dua bulan lalu.

Gempuran mematikan ini menyasar bangunan tempat tinggal hingga kendaraan di permukiman warga sipil, termasuk di desa Kfar Rumman. Korban tewas dan terluka dalam insiden tersebut meliputi anak-anak, perempuan, serta petugas medis.

1. Serangan udara di Kfar Rumman tewaskan 12 orang termasuk anak-anak

Pasukan IDF dari Brigade Komando, Terjun Payung, dan Brigade 7 lakukan operasi darat di Lebanon selatan. (IDF Spokesperson's Unit, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Dua serangan udara Israel melanda desa Kfar Rumman di Lebanon selatan pada Senin (7/9/2026) dini hari dan menewaskan sedikitnya 12 orang. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, salah satu serangan menghantam sebuah gedung tempat tinggal hingga menewaskan 11 orang, termasuk dua anak dan empat perempuan. Serangan pada bangunan tersebut juga mengakibatkan delapan orang terluka, termasuk di antaranya tiga anak-anak dan seorang petugas medis.

Serangan udara lainnya menghantam sebuah mobil di desa yang sama hingga menewaskan seorang petugas medis dari Lebanese Islamic Risala Scout Association serta melukai dua orang lainnya. Sebelum gempuran pada Senin dini hari tersebut, serangan udara Israel pada Minggu (6/9/2026) juga telah meratakan sebuah rumah sakit kosong dan menewaskan sedikitnya tujuh orang di Lebanon selatan.

Serangan ini juga terjadi beberapa hari setelah militer Israel mengklaim telah memegang kendali operasional atas bukit strategis Ali Taher, serta menyusul kesepakatan pertukaran di mana Israel membebaskan lima tahanan Lebanon dengan imbalan pencarian jenazah warga Yahudi Lebanon yang hilang pada masa perang saudara beberapa dekade lalu.

2. Warga dan pemerintah setempat kecam keras pembantaian warga sipil

bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)

Wali Kota Kfar Rumman, Abdullah Farhat, mengutuk keras serangan mematikan yang menimpa wilayahnya tersebut. Farhat menyebut peristiwa tragis itu sebagai "sebuah pembantaian dalam arti kata yang sebenarnya". Dia juga mengecam kesepakatan kerangka kerja antara Lebanon dan Israel tersebut, dengan menyatakan bahwa para pemimpin Lebanon "menandatangani kesepakatan dan kamilah yang membayar harganya di sini".

Kecaman serupa datang dari warga lokal yang menyaksikan langsung kehancuran rumah tinggal di pusat kota. Seorang warga Kfar Rumman bernama Fouad Chakaron mengungkapkan ketakutan masyarakat yang kini menjadi sasaran serangan. "Kami telah hidup dalam kecemasan terus-menerus di tengah penembakan di pinggiran. Sekarang mereka menyerang jantung kota," kata dia.

3. Militer Israel klaim balas serangan drone Hizbullah

ilustrasi drone militer (Beograd007, CC0, via Wikimedia Commons)

Militer Israel menyatakan serangan udara ke Kfar Rumman dilakukan sebagai tindakan balasan atas dua pesawat nirawak milik (drone) Hizbullah yang meledak saat menargetkan pasukan mereka di Lebanon pada Senin (7/9/2026). Pihak Israel berdalih operasi tersebut mengincar anggota Hizbullah yang berupaya mengangkut persenjataan ke wilayah desa tersebut. Sementara itu, kelompok Hizbullah tidak mengklaim peluncuran drone tersebut ataupun mengeluarkan pernyataan resmi terkait rentetan serangan di provinsi Nabatiyeh.

Pada hari yang sama, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi sebelum membombardir sebuah bangunan di desa Deir al-Zahrani dengan alasan balasan atas serangan drone, kendati belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan ini. Pasukan Israel juga terlibat baku tembak di dekat kastel Beaufort yang mengakibatkan dua tentara Israel terluka ringan sebelum akhirnya menembak mati seorang anggota Hizbullah di lokasi.

4. Korban jiwa di Lebanon tembus ribuan orang di tengah mandeknya kesepakatan

ilustrasi bunga duka cita (unsplash.com/Caroline Attwood)

Laporan Kementerian Kesehatan Lebanon yang dilansir Anadolu Agency mencatat korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 4.381 jiwa dan 12.402 orang lainnya luka-luka hingga Senin (7/9/2026). Secara keseluruhan, jumlah korban tewas sejak 8 Oktober 2023 di Lebanon kini melonjak menjadi 8.948 orang, sementara korban luka-luka menyentuh angka 30.638 orang.

Israel tetap melanjutkan serangan udara dan memperluas wilayah pendudukan di Lebanon selatan meski kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat telah ditandatangani pada Juni lalu. Perjanjian tersebut sejatinya mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon dengan imbalan pengerahan tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok Hizbullah, tetapi implementasinya hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti. Terlebih lagi, Hizbullah bukan merupakan pihak dalam perundingan Lebanon-Israel tersebut dan menegaskan tidak akan menyerahkan senjatanya di wilayah mana pun di utara Sungai Litani, sementara Israel menegaskan tidak akan mundur kecuali Hizbullah dilucuti di seluruh wilayah Lebanon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article