Serangan Israel Tewaskan Empat Orang di Lebanon, RS Hancur

- Serangan Israel di selatan Lebanon pada 6 September 2026 menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 20 lainnya, meski gencatan senjata masih berlaku.
- Serangan menghancurkan Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa, bangunan bersejarah, rumah, dan bagian Taman Sayyida Masouma; Presiden Joseph Aoun mengecam sasaran terhadap layanan publik.
- Israel menyebut serangan sebagai respons atas dua drone Hizbullah, sementara serangan Israel di Lebanon sejak Maret 2026 dilaporkan telah menewaskan lebih dari 4.300 orang.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya empat orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan Israel di beberapa wilayah selatan Lebanon pada Minggu (6/9/2026). Selain itu, sebuah rumah sakit juga dilaporkan hancur.
Menurut laporan media Lebanon, serangan yang dimulai saat fajar itu menghantam daerah Nabatieh, Arab Salim, Nabatieh al-Fawqa dan Kfar Reman. Dua perempuan tewas dalam serangan di Arab Salim, sementara dua orang lainnya tewas di Nabatieh al-Fawqa. Eskalasi terbaru Israel ini terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlaku.
1. Serangan Israel hancurkan rumah sakit di Nabatieh al-Fawqa

dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons) Serangan udara Israel juga menghancurkan Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, rumah sakit tersebut telah berhenti beroperasi sekitar 2 bulan lalu setelah meningkatnya intensitas serangan Israel di wilayah selatan. Meski demikian, kehancurannya semakin menambah kerusakan pada infrastruktur sipil di distrik yang telah berulang kali menjadi sasaran serangan Israel.
Dilansir Al Jazeera, serangan di Nabatieh juga menghancurkan sebuah bangunan bersejarah dan merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. Di Kfar Reman, serangan udara menghancurkan rumah mantan wali kota setempat yang telah meninggal dunia. Sebanyak lima orang mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Serangan lainnya juga menghantam Taman Sayyida Masouma di kota tersebut, menghancurkan bagian taman yang masih tersisa setelah serangan sehari sebelumnya.
2. Presiden Lebanon kecam serangan Israel

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit) Israel mengatakan, serangkaian serangan tersebut merupakan respons atas peluncuran dua drone oleh Hizbullah ke arah pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon selatan. Israel menuduh sekutu Iran tersebut telah melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap kerangka kerja gencatan senjata.
Dilansir Anadolu, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam serangan terbaru Israel tersebut. Dalam pernyataan di platform X, ia mengatakan bahwa serangan tersebut telah melampaui pelanggaran berulang terhadap kesepakatan penghentian permusuhan dan perjanjian kerangka kerja, karena menyasar institusi negara, fasilitas pelayanan publik, rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan.
Aoun menuduh Israel berupaya mengganggu jalannya lembaga-lembaga Lebanon dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
3. Serangan Israel di Lebanon tewaskan lebih dari 4.300 sejak Maret 2026

pos militer di Lebanon selatan (Mr.moyal, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons) Sejak Maret 2026, ketika Hizbullah ikut menyerang Israel dalam perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, Israel melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Lebanon dan melakukan invasi darat. Serangan-serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 4.300 orang di Lebanon.
Jumlah serangan mulai menurun sejak AS dan Iran menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, Israel dan Lebanon juga menandatangani perjanjian kerangka kerja. Meski demikian, Lebanon masih melaporkan adanya serangan Israel, penembakan artileri dan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan sipil di desa-desa dan kota-kota di wilayah selatan.
Pada Jumat (4/9/2026), serangan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon menewaskan empat orang, termasuk seorang perempuan berusia 18 tahun. Israel mengklaim serangan tersebut menyasar target-target Hizbullah sebagai respons atas peluncuran drone ke arah ke pasukannya.



















