Jakarta, IDN Times – Iran meluncurkan rudal balistik ke dua kota di selatan Israel, Dimona dan Arad, pada Sabtu (21/3/2026). Serangan tersebut menyebabkan hampir 100 orang mengalami luka serta memicu kerusakan berat pada rumah dan bangunan tempat tinggal di kedua wilayah itu, di tengah konflik empat minggu antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Dilansir dari Al Jazeera, data layanan darurat Israel menunjukkan korban luka di Dimona setidaknya 39 orang, termasuk anak laki-laki berusia 10 tahun dalam kondisi kritis akibat serpihan, sementara di Arad jumlahnya mencapai setidaknya 88 orang dengan dua anak mengalami luka serius. Kerusakan yang terjadi mencakup bangunan runtuh, kebakaran di sejumlah titik, serta dugaan korban yang masih tertimbun di Arad. Kepala eksekutif Magen David Adom, Eli Bin, menggambarkan insiden di Arad sebagai kejadian berskala sangat besar.
