Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Balas Dendam, Iran Serang Situs Nuklir Israel di Kota Dimona

Balas Dendam, Iran Serang Situs Nuklir Israel di Kota Dimona
ilustrasi situs nuklir (unsplash.com/Energie-portal.sk)
Intinya Sih
  • Iran melancarkan serangan ke situs nuklir Israel di Dimona sebagai aksi balasan atas serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz.
  • Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah berlangsung selama tiga pekan dengan sejumlah serangan timbal balik, termasuk ke pangkalan militer AS dan Inggris di Diego Garcia.
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk mengakhiri perang dengan Iran, namun belum ada keputusan resmi terkait waktu atau langkah konkret penghentian konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Iran dilaporkan menyerang situs nuklir Israel yang berada di Kota Dimona pada Sabtu (21/3/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat dan kerusakaan di sekitar lokasi kejadian. 

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa yang timbul imbas serangan tersebut. Hanya saja, 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 1 orang mengalami luka ringan, sedangkan 19 lainnya mengalami luka sedang.

“Terjadi kerusakan dan kekacauan yang luas di lokasi kejadian,” kata seorang petugas paramedis bernama Karmel Cohen, seperti dilansir The Strait Times, Minggu (22/3/2026).

1. Serangan merupakan balasan Iran terhadap Israel

Bendera Israel (pexels/Thắng-Nhật Trần)
Bendera Israel (pexels/Thắng-Nhật Trần)

Dalam pernyataannya, Pemerintah Iran menyebut serangan terhadap situs nuklir ini dilakukan sebagai balasan kepada Israel. Sebab, Israel dilaporkan sudah lebih dalu menyerang situs nuklir Iran yang ada di Kota Natanz. Amerika Serikat dilaporkan juga terlibat dalam serangan tersebut. 

“Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kita, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini,” demikian bunyi pernyataan resmi Organisasi Energi Atom Iran dilansir Al Jazeera.

Beruntungnya, serangan tersebut tidak merusak situs secara signifikan. Dalam pernyataannya, Organisasi Energi Atom Iran juga mengatakan tidak ada kebocoran radioaktif imbas serangan tersebut.

2. Perang Iran dengan AS dan Israel sudah memasuki pekan ke-3

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
ilustrasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran (pexels.com/Saifee Art)

Aksi saling serang ini terjadi di saat perang antara Iran dengan AS dan Israel sudah memasuki pekan ke-3 dan hampir memasuki pekan ke-4. Meski sudah hampir berjalan 1 bulan, perang di antara negara-negara tersebut masih berlanjut hingga kini. 

Sebelumnya, Iran juga menyerang pangkalan militer AS dan Inggris yang ada di Pulau Diego Garcia, sebuah pulau yang ada di Laut India, pada Jumat (20/3/2026). Serangan tersebut dilakukan menggunakan dua rudal balistik jarak jauh. 

Beruntungnya, serangan tersebut tidak merusak pangkalan militer AS dan Inggris yang ada di sana. Sebab, pasukan AS dan Inggris berhasil melumpuhkan dua rudal yang ditembakkan oleh Iran sebelum menghantam pangkalan militer mereka.

3. AS sudah membuka opsi untuk mengakhiri perang dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berjalan.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Spc. Dustin Biven)

Sebetulnya, AS sudah membuka opsi untuk mengakhiri perang dengan Iran. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, menilai Iran sudah kehabisan tenaga untuk melawan mereka dan Israel.

“Kita sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kita seiring kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar-besaran kita di Timur Tengah sehubungan dengan rezim teroris Iran. Selat Hormuz juga harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya!” tulis Trump di Truth Social pada Jumat.

Namun, hingga kini, belum ada keputusan lebih lanjut soal hal tersebut. Trump juga belum mau memberikan informasi soal kapan akan mengakhiri perang dengan Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More