Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
bendera Uni Eropa (unplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND)
  • Serangan siber mengganggu sistem pendingin supermarket di setidaknya tujuh negara Eropa, memicu lonjakan suhu, pembuangan makanan berisiko rusak, dan pengisian ulang produk segar.
  • Peretas diduga mengubah evaporator lemari pendingin ke mode pencair es. Sabcobel memutus koneksi unit terdampak, tetapi sebagian instalasi belum sempat diperbaiki pascaserangan Prancis.
  • Perangkat lama tanpa pembaruan keamanan dan koneksi 4G disebut rentan dieksploitasi. Uni Eropa menilai serangan berulang ini mengganggu rantai pasok pangan; pelaku belum diketahui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jaringan toko swalayan di setidaknya tujuh negara Eropa mengalami lonjakan suhu drastis pada lemari pendingin dan pembeku mereka pada Senin (2/11/2026). Peristiwa tersebut memaksa para pengelola toko membuang makanan yang membusuk maupun yang berisiko rusak, kemudian mengisi ulang tempat pendingin dengan produk segar.

Gangguan operasional ini terjadi akibat serangan siber yang menargetkan sistem pendingin komersial, serupa dengan peristiwa peretasan di Prancis pada 12 Oktober 2026. Ketujuh negara yang melaporkan gangguan suhu pada supermarket mereka meliputi Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Luksemburg, Belanda, dan Swedia, dengan sejumlah pengelola ritel di antaranya mengonfirmasi adanya serangan peretas.

1. Deretan jaringan ritel laporkan kenaikan suhu pendingin

ilustrasi supermarket (pexels.com/竟傲 汤)

Di Belgia, jaringan ritel Carrefour melaporkan gangguan suhu pada sekitar 15 dari 700 tokonya pada Senin (2/11/2026). Juru bicara Carrefour Belgia Mich Vergauwen memastikan bahwa insiden tersebut merupakan serangan peretas. "Ini adalah serangan siber, tidak ada alasan lain," ujar Vergauwen.

Kenaikan suhu lemari pembeku secara tiba-tiba pada Senin dini hari juga dialami oleh toko Ikea di Mons, barat daya Belgia. Selain itu, jaringan Colruyt, Intermarche, dan Delhaize turut mencatat masalah teknis serupa pada mesin pendingin di Belgia. Pihak Delhaize bahkan mengonfirmasi bahwa empat tokonya di Luksemburg ikut terimbas insiden tersebut.

Di Irlandia, perusahaan Musgrave menyatakan 13 gerai Supervalu milik mereka mengalami lonjakan suhu. Insiden serupa juga dilaporkan melanda sejumlah toko kelontong di Belanda. Sementara itu, setidaknya satu supermarket di Estonia turut diserang hingga suhu unit pendinginnya naik drastis menjadi 50 derajat Celsius. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik ERR di Estonia, unit yang terdampak merupakan model lama buatan pabrikan Danfoss.

2. Pelaku manipulasi unit pendingin ke mode pencair es

ilustrasi lemari pendingin supermarket (unsplash.com/Claudio Schwarz)

Dilansir CBS News, perusahaan pendingin asal Belgia, Sabcobel, yang mengelola instalasi pendingin untuk Delhaize dan jaringan ritel lain, membeberkan cara kerja peretasan tersebut. Direktur Utama Sabcobel Stephan Moelans mengungkapkan bahwa peretas mengubah evaporator pada lemari es dan pembeku ke mode pencair es (defrost). Pihaknya segera mengerahkan teknisi sejak pukul 01.00 untuk memutus koneksi unit-unit yang terdampak dari jaringan.

Sabcobel sebenarnya telah mengambil tindakan pengamanan instalasi setelah serangan serupa menimpa jaringan supermarket di Prancis tiga pekan sebelumnya. Kendati demikian, sekitar 10 persen instalasi belum sempat diperbaiki dan sebagian di antaranya berada di toko-toko yang terserang pada Senin lalu. Moelans menyampaikan kepada kantor berita Belga bahwa pengamanan menyeluruh membutuhkan perubahan fisik pada unit pendingin sehingga memerlukan investasi biaya.

3. Kerentanan perangkat model lama jadi sasaran peretasan

ilustrasi peretas (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Gangguan suhu pendingin juga melanda sektor ritel di Swedia pada Senin pagi. Juru bicara jaringan Coop di Swedia, Carlos Cancino, mengonfirmasi enam dari sekitar 800 tokonya terdampak insiden siber hingga pendingin berhenti bekerja total atau sebagian. Cancino menjelaskan bahwa toko yang terdampak masih terhubung ke jaringan seluler 4G lama, bukan jaringan 5G terbaru, sehingga membuat perangkat lebih terbuka terhadap peretas.

Jaringan ritel lain di Swedia, ICA, mencatat unit yang bermasalah terhubung ke sistem kendali luar dari pabrikan asal Denmark, Danfoss. Danfoss merupakan pemasok yang sama dengan peralatan pendingin yang diretas di Prancis pada 12 Oktober 2026. Menyusul serangan di Prancis pada Oktober lalu, pihak Danfoss sempat menerangkan kepada AFP bahwa sebagian besar peralatan yang terdampak merupakan produk model lama yang tidak lagi menerima pembaruan perangkat lunak maupun keamanan. Sementara untuk insiden terbaru ini, Danfoss belum memberikan tanggapan resmi.

4. Pejabat Uni Eropa soroti ancaman terhadap rantai pasok

ilustrasi truk pengangkut barang (unsplash.com/Arron Choi)

Komisioner Pangan dan Pertanian Uni Eropa Christophe Hansen menanggapi serius aksi peretasan fasilitas pendingin makanan yang berulang di kawasan Eropa. Hansen menilai insiden ini sebagai upaya sengaja untuk mengganggu rantai pasok pangan serta mengikis kepercayaan masyarakat. Hansen sebelumnya juga telah menegaskan pada insiden di Prancis bulan lalu bahwa isu keamanan pangan memerlukan perhatian lebih besar di setiap tingkatan.

"Terulangnya serangan-serangan siber ini sangat memprihatinkan," ujar Hansen dalam keterangan resminya. Pada insiden Oktober tersebut, Hansen menyebut bahwa eksploitasi terhadap kerentanan sistem rantai pangan telah menjadi kenyataan baru. Hingga saat ini, belum ada kelompok atau pihak mana pun yang menyatakan bertanggung jawab atas dua gelombang serangan siber tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article