Jakarta, IDN Times - Jaringan toko swalayan di setidaknya tujuh negara Eropa mengalami lonjakan suhu drastis pada lemari pendingin dan pembeku mereka pada Senin (2/11/2026). Peristiwa tersebut memaksa para pengelola toko membuang makanan yang membusuk maupun yang berisiko rusak, kemudian mengisi ulang tempat pendingin dengan produk segar.
Gangguan operasional ini terjadi akibat serangan siber yang menargetkan sistem pendingin komersial, serupa dengan peristiwa peretasan di Prancis pada 12 Oktober 2026. Ketujuh negara yang melaporkan gangguan suhu pada supermarket mereka meliputi Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Luksemburg, Belanda, dan Swedia, dengan sejumlah pengelola ritel di antaranya mengonfirmasi adanya serangan peretas.