Yunani Larang Demonstrasi Tolak Kapal Pesiar Israel di Pulau Syros

Otoritas Yunani di Pulau Syros melarang demonstrasi penolakan kapal pesiar Israel Crown Iris di tepi laut Ermoupoli, dengan alasan risiko gangguan ketertiban, keselamatan pelabuhan, dan ekonomi lokal.
Penjaga pantai mengizinkan aksi dipindahkan ke lokasi alternatif karena menilai kerumunan besar di pelabuhan berpotensi memicu konfrontasi antara pengunjuk rasa dan wisatawan.
Inisiatif Antiperang Syros menyerukan protes sebagai solidaritas untuk Palestina; Crown Iris milik Mano Maritime dijadwalkan singgah sehari dan sebelumnya juga menghadapi penolakan serta pembatasan resmi.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Yunani di Pulau Syros melarang rencana demonstrasi penolakan terhadap kedatangan kapal pesiar milik Israel yang dijadwalkan bersandar pada Selasa (3/11/2026). Penjaga pantai melarang aksi kelompok sayap kiri tersebut dengan alasan kekhawatiran terhadap ketertiban umum dan perekonomian lokal.
Kapal pesiar Crown Iris dijadwalkan singgah untuk kunjungan satu hari di Ermoupoli, ibu kota Pulau Syros, dalam pelayaran di Kepulauan Aegea. Pihak berwenang tidak memperbolehkan unjuk rasa digelar di area tepi laut pelabuhan dan mengarahkannya ke lokasi alternatif demi menghindari kericuhan.
1. Alasan penjaga pantai melarang aksi di tepi laut

Galangan kapal di dekat Pelabuhan Ermoupolis, Syros (Zacharias Mitzelos, CC0, via Wikimedia Commons) Penjaga pantai menyatakan rencana unjuk rasa menentang berlabuhnya kapal Crown Iris berpotensi menimbulkan gangguan, termasuk bentrokan antara pengunjuk rasa dan turis. Informasi mengenai larangan ini dilaporkan oleh surat kabar harian Kathimerini pada Senin (2/11/2026). Petugas menilai kerumunan massa dalam jumlah besar di pelabuhan Ermoupoli dapat memicu konfrontasi.
Pihak penjaga pantai menyebut pelaksanaan aksi di lokasi yang direncanakan semula “menimbulkan ancaman parah terhadap keamanan publik karena adanya potensi kejahatan serius yang dilakukan, khususnya terhadap nyawa manusia, integritas fisik, dan harta benda … serta terhadap aktivitas sosial dan ekonomi wilayah tersebut.” Selain itu, demonstrasi di lokasi tersebut dinilai mengancam keselamatan operasional pelabuhan.
Meski melarang aksi di tepi laut, pernyataan penjaga pantai menyebutkan bahwa unjuk rasa tetap dapat berlangsung di lokasi alternatif yang jauh dari area tepi laut. Otoritas menegaskan kekhawatiran muncul akibat potensi berkumpulnya massa dalam jumlah besar yang dapat memicu konfrontasi maupun bentrokan langsung antara pengunjuk rasa dan wisatawan.
2. Pernyataan sikap kelompok Inisiatif Antiperang Syros

ilustrasi unjuk rasa (unsplash.com/James Eades) Dilansir Anadolu Agency, rencana aksi demonstrasi tersebut diserukan oleh kelompok Inisiatif Antiperang Syros di tepi laut Ermoupoli menjelang kedatangan kapal pada Selasa pagi. Ajakan unjuk rasa ini disampaikan oleh kelompok tersebut melalui unggahan di media sosial. Aksi tersebut dirancang bertepatan dengan rencana kunjungan satu hari kapal pesiar asal Israel itu.
Kelompok tersebut menyatakan aksi unjuk rasa bertujuan “untuk menyatakan solidaritas penuh kami terhadap rakyat Palestina dan seluruh rakyat di kawasan ini.” Seruan ini merujuk pada invasi Israel ke Jalur Gaza yang terjadi setelah serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023. Mereka mengorganisasi protes tersebut di kawasan pelabuhan sebelum akhirnya dibatasi oleh otoritas.
Kelompok penentang tersebut menegaskan penolakan keras terhadap kedatangan kapal pesiar tersebut di pulau mereka yang mereka tuding sebagai pendukung kejahatan perang di Gaza. “Kami akan mengirimkan pesan yang jelas bahwa penjahat perang genosida dan para pendukungnya tidak diterima di pulau kami,” tulis kelompok tersebut di media sosial. Pernyataan tersebut menjadi dasar utama penolakan mereka atas kedatangan kapal pesiar Crown Iris.
3. Spesifikasi Crown Iris dan penolakan sebelumnya

Kapal pesiar Crown Iris (Pjotr Mahhonin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Kapal pesiar Crown Iris diketahui dimiliki oleh perusahaan Mano Maritime asal Israel dan saat ini sedang berada dalam pelayaran Kepulauan Aegea. Kapal tersebut mampu menampung hingga 2.000 penumpang serta 650 anggota kru kapal. Sesuai jadwal, kapal dijadwalkan singgah di Pulau Syros mulai pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Aksi penolakan terhadap kapal Crown Iris di Pulau Syros bukan merupakan peristiwa pertama. Demonstrasi anti-Israel sebelumnya saat kapal tersebut datang juga pernah mendapatkan larangan dan pembatasan resmi dari otoritas. Pemerintah konservatif Yunani juga melayangkan kecaman atas unjuk rasa yang ditujukan kepada kapal milik Mano Maritime tersebut.

















