Jakarta, IDN Times – Aparat penegak hukum Spanyol mengidentifikasi keberadaan personel intelijen Maroko di antara para migran yang menerobos perbatasan menuju wilayah Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara. Temuan tersebut muncul di tengah lonjakan arus migrasi yang memicu ketegangan baru antara Madrid dan Rabat.
Laporan mengenai temuan itu pertama kali diberitakan media Spanyol El Español. Personel intelijen Maroko disebut terdeteksi melalui sistem pengawasan yang dipasang di sepanjang perbatasan Ceuta.
Menurut sumber yang dikutip media tersebut, keberadaan petugas intelijen Maroko bukan merupakan insiden yang berdiri sendiri. Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil) menyatakan kasus serupa juga pernah ditemukan ketika terjadi tekanan migrasi di Ceuta maupun Melilla.
Sementara itu, sumber di badan intelijen Spanyol menilai operasi semacam ini memiliki karakteristik perang hibrida dan dinilai tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan badan intelijen Maroko.
