Jakarta, IDN Times - Stok rudal jelajah dan sistem pertahanan udara militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan menipis drastis setelah lima bulan terlibat perang dengan Iran. Laporan internal Pentagon mengungkapkan bahwa militer AS telah menghabiskan sebagian besar pasokan rudal presisi paling canggih milik mereka.
Penurunan persediaan amunisi ini mulai memicu kekhawatiran di kalangan komandan militer dan sekutu AS di kawasan Teluk. Situasi tersebut tidak hanya membatasi opsi serangan ke Iran, tetapi juga mengancam kapasitas pertahanan para sekutu.
