Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sugiono: Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz Tak Pengaruhi Stok BBM
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Sugiono menegaskan dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz tidak memengaruhi stok BBM nasional karena jumlah muatan 2 juta barel tergolong kecil dibanding kebutuhan dalam negeri.
  • Pemerintah memastikan pasokan energi tetap aman sebab suplai BBM Indonesia tidak seluruhnya melalui Selat Hormuz, serta tengah menjalin negosiasi dengan berbagai negara pemasok seperti Rusia dan Amerika Serikat.
  • KBRI Teheran dan Pertamina masih bernegosiasi dengan pemerintah Iran agar kapal dapat melintas, sementara blokade di Selat Hormuz membuat setiap kapal wajib memenuhi syarat ketat dari otoritas Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 April 2026

Menlu Sugiono menyampaikan bahwa kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro tertahan di Selat Hormuz dengan muatan sekitar 2 juta barel minyak mentah. Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan kebutuhan BBM nasional dan tidak mempengaruhi stok dalam negeri.

kini

KBRI Teheran dan Pertamina masih bernegosiasi dengan pemerintah Iran agar dua kapal dapat melintasi Selat Hormuz. Iran masih memberlakukan blokade di kawasan itu, sementara Indonesia menjaga pasokan energi dari berbagai sumber termasuk Rusia dan Amerika Serikat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dua kapal milik Pertamina, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, tertahan di Selat Hormuz akibat situasi blokade yang diberlakukan oleh Iran terhadap jalur pelayaran tersebut.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangan resmi mengenai kondisi kapal Pertamina, sementara KBRI Teheran dan pihak Pertamina sedang bernegosiasi dengan pemerintah Iran.
  • Where?
    Kapal tertahan di Selat Hormuz, wilayah perairan strategis antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Pernyataan disampaikan Sugiono di kantor KSP, Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 22 April 2026. Hingga saat ini proses negosiasi agar kapal dapat melintas masih berlangsung.
  • Why?
    Kapal tertahan karena adanya blokade dan persyaratan dari otoritas Iran bagi setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Situasi internal Iran turut memperumit proses izin pelayaran.
  • How?
    Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran dan Pertamina melakukan negosiasi dengan pihak Iran untuk mencari solusi agar kedua kapal dapat kembali melanjutkan perjalanan secara aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua kapal Pertamina sekarang tertahan di laut yang namanya Selat Hormuz. Kapalnya bawa minyak banyak sekali, dua juta barel. Tapi Pak Sugiono bilang tidak apa-apa, bensin di Indonesia masih cukup. Orang-orang dari Indonesia dan Iran lagi bicara supaya kapal bisa jalan lagi. Sekarang semua masih aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Menlu Sugiono menunjukkan bahwa situasi tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz dapat dikelola dengan baik tanpa mengganggu pasokan energi nasional. Penjelasan mengenai kecilnya volume minyak yang terdampak, keberagaman jalur suplai, serta aktifnya negosiasi dengan berbagai negara mencerminkan kesiapan dan ketahanan sistem energi Indonesia menghadapi dinamika global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengatakan, tertahannya kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro di Selat Hormuz tidak mempengaruhi stok bahan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menurut dia, kapal tersebut membawa 2 juta barel minyak mentah (crude).

“Kaitannya dengan tadi kapal Pertamina, itu dua kapal Pertamina yang ada di sana, yang di Selat Hormuz itu, informasi yang disampaikan ke saya bahwa isinya itu kurang lebih 2 juta barel crude yang kalau misalnya di-convert ya. Saya tidak tahu perbandingannya, tapi kalau misalnya 1 banding 1, ya kurang lebih 2 juta barel, 2 juta barel fuel juga kan gitu kan,” ujar Sugiono di kantor KSP, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Sugiono mengatakan, jumlah 2 juta barel minyak mentah itu angka yang relatif kecil apabila dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi BBM dalam negeri. Sugiono memastikan, tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz tidak mempengaruhi kebutuhan dalam negeri.

"Kebutuhan itu kalau misalnya disandingkan dengan kebutuhan energi kita merupakan satu kebutuhan yang relatif kecil. Jadi perbandingannya kurang lebih seperti itu. Jadi supaya kita tidak hilang gambaran. Jangan nanti kuman di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata gak kelihatan,” kata dia.

1. Pasokan BBM Indonesia tidak semuanya melalui Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sugiono mengatakan, pasokan BBM Indonesia tidak semuanya melalui Selat Hormuz. Hal itu membaut Indonesia masih menjaga harga BBM di dalam negeri.

“Yang perlu kita sama-sama ingat bahwa saat ini, satu, posisi energi kita relatif aman sesuai apa yang disampaikan oleh Kementerian ESDM. Kemudian suplai yang kita dapat juga tidak semuanya itu lewat Hormuz,” kata dia.

Saat ini, kata Sugiono, Indonesia juga sedang bernegosiasi dengan sejumlah negara pemasok minyak, mulai dari Rusia hingga Amerika Serikat.

“Nah, negara-negara lain yang dituju tentu saja kemarin Rusia, dan saya kira juga merupakan satu alternatif yang strategis ya. Kemudian beberapa negara juga di Pertamina saya kira juga memiliki beberapa ladang ya di tempat-tempat lain. Kemudian juga sumber-sumber dari Amerika waktu terakhir juga ada beberapa pembicaraan, saya ikuti, dalam kaitannya dengan pemenuhan suplai energi dan bahan bakar ini,” ujar dia.

2. Melintasnya kapal Pertamina masih dalam proses

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sugiono mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran bersama Pertamina masih melakukan negosiasi ke pemerintah Iran agar dua kapal bisa melintasi Selat Hormuz.

“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa,” ujar dia.

3. Masih ada blokade

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sugiono mengatakan, saat ini Iran masih melakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Semua kapal yang ingin melintas harus mematuhi syarat yang diminta Iran.

“Kemudian tentu saja ada perkembangan lagi tentang blokade Hormuz. Kemudian juga ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kita negosiasikan dan kita bicarakan,” ucap dia.

Editorial Team