Jakarta, IDN Times – Kementerian Luar Negeri Suriah mengumumkan nota kesepahaman dengan Moskow terkait masa depan dua fasilitas militer Rusia di pesisir Mediterania, yakni pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan angkatan laut Tartus. Kedua fasilitas yang sebelumnya menyokong rezim eks Presiden Bashar al-Assad itu bakal dialihfungsikan menjadi pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas bersama.
Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, perundingan intensif selama satu setengah tahun tersebut menetapkan masa transisi paling lambat tiga bulan. Dalam rentang waktu itu, fasilitas sipil di kedua lokasi resmi diserahkan kepada Damaskus, sementara area pangkalan militer tetap beroperasi walau Rusia belum memberikan respons resmi.
