potret logo ISIS (commons.wikimedia.org/The Islamic State)
Penangkapan pemimpin dan anggota ISIS yang dilakukan Suriah ini mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat. Seorang peneliti Suriah bernama Orabi mengatakan, penangkapan ini menunjukkan komitmen Suriah untuk membasmi organisasi dan kelompok teroris di dalam negeri. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Kemendagri dan otoritas intelijen Suriah karena sudah berhasil menangkap pemimpin dan anggota ISIS. Sebab, tanpa mereka, penangkapan ISIS bakal sulit dilakukan.
"Operasi semacam ini biasanya merupakan hasil dari kerja intelijen yang ekstensif yang melibatkan pengawasan terhadap tersangka, pemantauan jaringan keuangan dan komunikasi, dan dalam beberapa kasus, informasi yang diperoleh melalui penangkapan sebelumnya atau penyelidikan terhadap kejahatan yang terkait dengan sel tersebut," kata Orabi kepada The Media Line.
Sejak Al-Sharaa menjabat sebagai presiden, Suriah memang makin gencar melakukan operasi pembasmian organisasi dan kelompok teroris. Sebab, ia ingin warga Suriah bisa hidup aman tanpa ancaman teror dari pihak mana pun. Komitmen Suriah untuk membasmi teroris inilah yang akhirnya dilirik oleh Amerika Serikat. Berkat komitmen ini, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya akan segera mencabut Suriah dari daftar negara sponsor teroris yang sudah ditetapkan oleh AS.