Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Firas Al-Dagher
potret bendera Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)
  • Pemerintah Suriah berhasil menangkap Firas Al-Dagher, pemimpin senior ISIS, melalui operasi gabungan antara Kemendagri dan intelijen di wilayah selatan negara tersebut.
  • Selain Al-Dagher, empat anggota ISIS lain juga ditangkap karena terlibat dalam serangan teror dan pembunuhan pejabat Kemendagri Suriah.
  • Penangkapan ini mendapat apresiasi dari pengamat yang menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah Suriah dalam memberantas kelompok teroris di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed Al-Sharaa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Suriah berhasil menangkap salah satu pemimpin senior organisasi teroris Islamic State (ISIS) pada Rabu (8/7/2026). Dilansir Jerusalem Post, Sabtu (11/7/2026), penangkapan itu dilakukan bersamaan dengan pembasmian markas-markas ISIS di Suriah selatan. 

Pemimpin senior ISIS tadi dikabarkan bernama Firas Al-Dhager. Al-Dagher pernah menjabat di sejumlah posisi penting di ISIS. Ia pernah menjadi pemimpin Governor of Lebanon and Palestine, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan ISIS. Selain itu, ia juga pernah menjadi penasihat senior di ISIS.

1. Penangkapan Al-Dagher dibantu oleh Kementerian Dalam Negeri dan intelijen Suriah

potret tulisan ISIS (pexels.com/Patrick)

Al-Dagher berhasil ditangkap berkat kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan otoritas intelijen Suriah. Sebab, Al-Dagher dikabarkan sempat berpindah-pindah tempat sehingga keberadaannya jadi sulit terdeteksi. Namun, ia akhirnya berhasil diringkus usai intelijen Suriah menemukan tempat persembunyiannya di Suriah selatan. 

Menurut Kemendagri Suriah, penangkapan Al-Dagher menjadi operasi kontra terorisme terbesar yang dilakukan Suriah sejak transisi rezim pemerintahan Bashar Al-Assad ke rezim pemerintahan Ahmed Al-Sharaa. Transisi ini terjadi pada awal 2025 lalu. Kala itu, Al-Assad naik tahta menjadi Presiden Suriah usai rezim Al-Assad yang lalim runtuh.  

2. Suriah juga menangkap anggota ISIS lainnya

ilustrasi penangkapan (pexels.com/SHOX ART)

Selain Al-Dagher, Suriah juga berhasil menangkap empat anggota ISIS lainnya. Mereka dikabarkan terlibat dalam serangan teror yang beberapa waktu lalu terjadi di Suriah selatan. Selain itu, mereka juga dikabarkan terlibat dalam aksi pembunuhan dua pejabat Kemendagri Suriah.

Pemerintah Suriah tidak menyebut nama keempat anggota ISIS tadi. Namun, yang jelas, keempatnya berjenis kelamin laki-laki. Mereka kini sudah ditahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh intelijen dan pengadilan Suriah. Mereka juga akan segera menjalani sidang di pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

3. Sejumlah pengamat mengapresiasi penangkapan anggota ISIS oleh Suriah

potret logo ISIS (commons.wikimedia.org/The Islamic State)

Penangkapan pemimpin dan anggota ISIS yang dilakukan Suriah ini mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat. Seorang peneliti Suriah bernama Orabi mengatakan, penangkapan ini menunjukkan komitmen Suriah untuk membasmi organisasi dan kelompok teroris di dalam negeri. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Kemendagri dan otoritas intelijen Suriah karena sudah berhasil menangkap pemimpin dan anggota ISIS. Sebab, tanpa mereka, penangkapan ISIS bakal sulit dilakukan. 

"Operasi semacam ini biasanya merupakan hasil dari kerja intelijen yang ekstensif yang melibatkan pengawasan terhadap tersangka, pemantauan jaringan keuangan dan komunikasi, dan dalam beberapa kasus, informasi yang diperoleh melalui penangkapan sebelumnya atau penyelidikan terhadap kejahatan yang terkait dengan sel tersebut," kata Orabi kepada The Media Line.

Sejak Al-Sharaa menjabat sebagai presiden, Suriah memang makin gencar melakukan operasi pembasmian organisasi dan kelompok teroris. Sebab, ia ingin warga Suriah bisa hidup aman tanpa ancaman teror dari pihak mana pun. Komitmen Suriah untuk membasmi teroris inilah yang akhirnya dilirik oleh Amerika Serikat. Berkat komitmen ini, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya akan segera mencabut Suriah dari daftar negara sponsor teroris yang sudah ditetapkan oleh AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article