Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Ancam Musnahkan Iran jika Dibunuh, 1.000 Rudal Siap Diluncurkan

Trump Ancam Musnahkan Iran jika Dibunuh, 1.000 Rudal Siap Diluncurkan
Presiden AS, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengancam akan menghancurkan Iran jika Teheran menjalankan rencana pembunuhan terhadap dirinya, dengan 1.000 rudal disebut siap diluncurkan sebagai langkah balasan.
  • Meski ada ancaman dan serangan timbal balik, AS dan Iran dikabarkan tetap membuka peluang pembicaraan diplomatik melalui mediator Qatar untuk meredakan ketegangan kawasan.
  • Selat Hormuz menjadi fokus utama negosiasi, di mana Iran dan Oman membahas pengelolaan pelayaran aman sementara AS menuntut penghentian serangan serta keterbukaan jalur maritim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran apabila Teheran menjalankan atau mencoba melaksanakan rencana pembunuhan terhadap dirinya. Trump menyebut seluruh persiapan militer telah dilakukan apabila negara Teluk tersebut melaksanakan ancamannya.

"1.000 rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak sesuai ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, saya!" ungkap Trump, dikutip dari The Straits Times.

Pernyataan Trump disampaikan menyusul laporan intelijen Israel yang menyebut Iran baru-baru ini menyusun rencana baru untuk membunuh Trump. Menurut laporan tersebut, peringatan dari Israel telah diterima Washington pada pekan ini dan berkaitan dengan dugaan plot spesifik yang menargetkan presiden AS.

1. Trump mendadak ganti pesawat usai hadiri KTT NATO

Presiden AS, Donald Trump.
Presiden AS, Donald Trump. (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dalam perjalanan pulang dari KTT NATO di Turki pada awal pekan ini, Trump secara mendadak menggunakan Air Force One lama, bukan pesawat Boeing 747-8 yang baru diterima dari Qatar. Namun, Trump membantah bahwa alasan pergantian pesawat tersebut berkaitan dengan ancaman keamanan.

Trump mengatakan bahwa dirinya selalu menjadi target utama Iran. Pemimpin Negeri Paman Sam itu telah beberapa kali menjadi target percobaan pembunuhan. Selama kampanye pemilihan presiden 2024, pemerintah Presiden Joe Biden juga pernah memberikan pengarahan mengenai ancaman nyata dan spesifik dari Teheran terhadap dirinya.

Dikutip dari ABC News, Dinas Rahasia AS menyatakan pergantian pesawat tersebut tidak berkaitan dengan ancaman spesifik. Meski demikian, Trump dilaporkan menaiki pesawat dengan sangat cepat tanpa memberi kesempatan kepada wartawan untuk mengambil gambar. Rombongan yang ikut dalam pesawat itu juga diminta menutup seluruh tirai jendela sebelum pesawat lepas landas.

2. AS dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan

ilustrasi konflik AS dan Iran
ilustrasi konflik AS dan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Trump mengatakan AS dan Iran sepakat untuk melanjutkan pembicaraan, meski dirinya menegaskan bahwa proses perundingan damai yang berlangsung pada Juni telah berakhir. Washington mempertahankan tuntutannya agar Teheran menghentikan seluruh serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Trump mengklaim Iran meminta agar dialog tetap diteruskan. Namun, Teheran membantah klaim tersebut. Negara Teluk itu menyatakan Iran tidak pernah meminta pembicaraan dengan AS. Pihaknya hanya menyetujui kehadiran mediator dari Qatar untuk membantu meredakan ketegangan.

Pada pekan ini, AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang sejumlah pangkalan militer Washington di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Namun, hingga Jumat tidak ada serangan baru yang dilaporkan ketika para mediator regional berupaya menyelamatkan jalur diplomasi.

3. Selat Hormuz menjadi fokus utama negosiasi

ilustrasi Selat Hormuz
ilustrasi Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan mengunjungi Oman untuk membahas pengaturan pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada Juni lalu, Teheran dan Muscat akan memulai pembahasan mengenai pengelolaan masa depan serta layanan maritim di perairan vital tersebut bersama negara-negara Teluk lainnya.

Selama konflik berlangsung, Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz sehingga memicu kebuntuan dengan AS. Berdasarkan kesepakatan baru yang dicapai pada Juni, selat tersebut pada akhirnya akan dikelola oleh Teheran melalui koordinasi dengan Oman, termasuk kemungkinan adanya biaya layanan bagi kapal-kapal yang transit di perairan vital tersebut.

Sementara itu, AS menuntut Iran menyatakan secara terbuka bahwa seluruh serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz akan dihentikan dan seluruh jalur pelayaran akan dibuka tanpa pungutan. Washington juga meminta Teheran mengakui bahwa penembakan terhadap kapal-kapal sebelumnya merupakan sebuah kesalahan, dilaporkan BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More